Disperindag Kejar Piutang Sampai Dibayar 

Kota Ternate178 Dilihat

TERNATE – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate tahun 2026 diberikan target retribusi pasar sama dengan tahun sebelumnya. Capaian retribusi pasar tahun anggaran 2025 di angka Rp 11 miliar lebih sedikit atau 75,92 persen dari target ditetapkan senilai Rp 14,5 miliar.

Sekretaris Disperindag Kota Ternate, M. Saiful Arsyad menyampaikan hal itu pada Tabaus News,com saat dihubungi, di ruang kerjanya, Rabu (11/2/2026). “Angka ini saya anggap sudah cukup luar biasa dengan upaya-upaya yang kita lakukan,” katanya.

Karena sepanjang pengalaman, menurut Saiful, baru tahun anggaran 2025 kita capai prosentase 75 persen dari target.Tahun2025 kita ditarget Rp 14,5 miliar dan kita capaian Rp 11 miliar lebih. “Kita berharap di tahun 2026 harus ada peningkatan,” tegas mantan Kabag Humas Setda Kota Ternate ini.

Pihaknya mengupayakan bagaimana dengan trik-trik mendorong petugas penagih untuk lebih intensif. “Kita juga ada bentuk tim bayangan dalam arti dia mengejar piutang yang tertunggak-tunggak, dia turun membawa daftar tagihan agar penunggak (mereka) menyetor atau bayar Tapi sebe lumnya kita memberikan surat ke mereka jumlah piutangnya sekian,” ujarnya.

Saiful bilang, memang dengan cara ini efektif. Dia melihat ada pedagang yang menerima surat dengan kesadaran sendiri datang ke kantor menyetor. “Ini juga saya kira langkah yang efektif dan kita akan coba dipertahankan,” tuturnya.

Tahun 2026 ini, menurutnya, Disperindag, masih diberikan target retribusi pasar senilai Rp 14,5 miliar. “Saya berharap sampai akhir tahun mudah-mudahan kita bisa capai di atas angka 80 sampai 85 persen,” paparnya.

Saiful menyampaikan, nanti evaluasi setiap habis satu triwulan, diawal April masuk triwulan dua kita evaluasi. Triwulan satu porsinya berapa persen dari yang kita tetapkan. Misalnya kita tetap kan Rp 2 miliar,cuma capai Rp 1,5 miliar. Petu gas penagih harus bisa menjelaskan kendala nya A, B, C, sehingga kita juga punya data.

Kedua, fakta dilapangan kios-kios kita banyak yang kosong, lapak-lapak kita di seputaran Pasar Higenis maupun Pasar Bas tiong, lantai II sebagian besar kosong. Ini juga berpengaruh dari target pendapatan.

Kios secara keseluruhan untuk Disperindag itu 1.321 yang ada dan sebagian besar koso ng. Kemudian ada fasilitas pasar yang bocor, terkadang itu menjadi keberatan pedagang untuk menyetor retribusi. “Kita akan tetap terus berupaya untuk memenuhi target pe dapatan yang ditetapkan,” tandasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *