HUT Pemkot ke-27, Wali Kota: Sampah  dan Penataan Masih Jadi Fokus Utama

Kota Tidore9 Dilihat

TERNATE – Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman, pimpin upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Pemerintah kota (Pemkot) Ternate, di Halaman Kantor Wali Kota, Senin (27/4/2026). Upacara tersebut dihadiri Ketua TP PKK Marliza M Tauhid, Forkopimda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Kepala Bank Indonesia, Sekda Kota Ternate, Anggota DPRD Kota Ternate.

Pembacaan sejarah singkat Kota Ternate dibacakan oleh Kabag Pemerintahan Setda Kota Ternate Fahrudin Ginting. Wali Kota Tauhid Soleman mengatakan, dengan semangat “Terus Berbenah”, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Kota Ternate ini tidak hanya dijadikan sebagai sebuah seremonial dan romantisme histories semata, akan tetapi haruslah menjadi spirit kebangkitan semangat bersama dalam membangun Kota Ternate.

“Dengan tetap merawat semangat lokalitas mempertahankan eksistensi warisan nilai-nilai budaya Ternate sebagai landasan dalam pembangunan sehingga dapat menata kehidupan di Kota ini yang lebih berdampak positif dari segi infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, hingga pelestarian warisan nilai-nilai budaya baik benda maupun tak benda dan lingkungan ekologis, termasuk pula sektor jasa dan perdagangan,” tambahnya.

Tauhid mengatakan, selain berbagai kemajuan dan penghargaan yang diraih di atas, ia menya dari sejalan dengan dinamika kemajuan dan perkembangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks, maka pihaknya masih diperhadapkan dengan sejumlah tantangan dan permasalahan yang mem butuhkan langkah-langkah solusi ke depan.

Antara lain pemenuhan kebutuhan air bersih, pengelolaan persampahan, penyediaan akses transportasi, perbaikan sistem drainase, keseimbangan pembangunan antar kawasan, pengembangan UMKM, IKM dan ekonomi kreatif, permasalahan infrastruktur perkotaan lainnya serta peningkatan PAD.

“Sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, pemerataan akses pendidikan dan kesehatan, penambahan armada dan sarana pendukung lainnya serta pola pengelolaan manajemen yang baik, diharapkan menjadi solusi yang tepat dan cepat dalam menjawab permasalahan di atas,” katanya.

Wali Kota bilang, sampah menjadi fokus utama yang harus diperhatikan, dengan kolaborasi yang dibangun, melalui penanganan dan pengelolaan sampah yang responsif berbasis partisipatif dari tingkat RT-RW, kelurahan hingga kecamatan.

Begitu pula pengelolaan dan penataan kembali para pedagang dan parkiran di kawasan pasar higenis. Pelaksanaan penataan ini merupa kan bagian dari komitmen pemerintah untuk mengembalikan fungsi-fungsi ruang agar selaras dengan peruntukannya.

“Saya meyakini bahwa setiap tantangan bisa dilewati dan semua tujuan akan tercapai dengan semangat kolaborasi dan sinergi. Pemerintah Kota Ternate membuka diri bagi semua pihak, untuk sama-sama bekerja memberikan pelayanan terbaik untuk masya rakat Kota Ternate. Mari kita bergandengan – tangan, hilangkan ego sektoral dan kewilayahan, demi menjadikan Ternate sebagai lokomotif penggerak perubahan di Maluku Utara,” kata Tauhid sambil mengajak. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *