Saran Anggota DPRD Ternate: Pemerintah tak Boleh Pilih Kasih Tertibkan Rumpon

Kota Ternate21 Dilihat

Ternate – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate, H. Usman M. Nur menyampaikan bahwa, pemerintah menertibkan rumpon yang mengganggu jalur pelayaran kapal. Usman meminta pemerintah tidak boleh pilih kasih dalam menertibkan rumpon yang ada.

“Rumpon yang ada ini harus kita tertibkan. Jangan cuma tertibkan rumpon lokal, yang paling berbahaya rumpon jauh milik nelayan provinsi tetangga itu juga harus ditertibkan, karena sudah menghalangi ikan yang masuk, jadi yang lokal ini setenga mati,” ujarnya, Minggu (13/9/2026).

Politisi PKB itu mengatakan hal itu usai reses bersama Julkifli Hasan dan Tasman Balak di kelurahan Rua yang meneri ma aspirasi dari nelayan setempat.”Saat ini ada pembasmian rumpon-rumpon yang belum teratur, yang mengganggu jalur kapal lalu lalang,” katanya.

Pemasangan rumpon itu, menurut Usman, harus punya izin yang jelas, sehingga tidak mengganggu jalur pelayaran kapal yang lalu lalang. Baik pasang rumpon lokal 30 mil laut dari bibir pantai maupun rumpon yang jauh 60 -70 mil dari bibir pantai.

“Rumpon yang ada ini harus ditata dengan baik agar tertib, agar tidak mengganggu jalur kapal. Jangan hanya tertibkan rumpon lokal, rumpon jauh yang paling berbahaya harus juga ditertibkan, karena sudah menghalangi ikan yang masuk, jadi rumpon yang lokal ini setenga mati,” ujar dia.

Saran Usman, jangan cuma rumpon lokal yang 30 mil dari bibir pantai. Rumpon jauh 60 -70 mil dari bibir pantai harus diperhati kan. “Kalau lebih bagus lagi dimusnakan semua, dengan cara yang memasang rumpo n itu dari pemerintah (DKP Provinsi). Pasang rumpon itu titik koordinat jelas,” tuturnya.

Usman bilang dirinya tidak bermaksud melarang penangkapan ikan lewat pajeko. Namun bila menggunakan alat tangkap seperti ini/pajeko terus menerus dalam kurun waktu yang panjang bisa merusak dan merugikan para nelayan tersebut di masa- masa yang akan datang.

“Jadi kalau rumpon yang disiapkan dan milik pemerintah berarti tidak ada Pajeko, semua merasa memiliki. Sehingga pendapatan bisa merata. Dan saya yakin kesejahteraan itu dia naik satu tingkat dari yang ada sekarang ini,” jelasnya.

Saat reses di kelurahan Jambula, Usman, Julfikri dan Tasman menyerap aspirasi masyarakat dalam bidang infrastruktur jalan dan saluran (selokan) serta perpustakaan mini yang menjadi kelebihan Jambula maupun serap aspirasi yang lainnya.

“Di dalam perpustakaan mini ini masih banya k kekurangan. Lantai kalau bisa pakai karpet. Masalah literasi ini, kalau mengundang minat orang membaca salah satunya kenyamanan sehingga anak-anak atau siapa saja mau memba ca rasa nyaman dan enak,sehingga mereka merasa betah menikmati,” katanya.

Mereka akan mendorong pemerintah agar segera percepat merealisasikan saluran sepanjang 175 meter. Karena menurut Lurah Jambula, Abuhari H. Samsudin, sudah ber koordinasi dengan Kepala Bappelitbangda, Thamrin Marsaoly dan pihak Dinas PUPR Kota Ternate, anggarannya ada.

“Kalau ada di Musrenbang, kita sama-sama dorong agar tidak terjadi bencana seperti yang lalu-lalu. Bila musim hujan datang, sudah pasti masalah tersebut akan muncul sehingga kami bakal dorong ke pemerintah agar segera direalisasikan pekerjaan saluran tersebut,” kilahnya.

Begitu pula serap aspirasi masyarakat lewat pihak kelurahan Kastela, menurutnya, ada infrastruktur yang perlu dibenahi, seperti Selokan dan Pagar Pekuburan yang perlu dilanjutkan maupun jalan lingkungan. Kelu rahan Rua juga hampir sama (infrastruktur) dan masalah rumpon harus ditata. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *