Ternate – Anggota DPRD Kota Ternate Dae rah Pemilihan (Dapil) II Ternate Selatan-Moti, Hj. Irawati Nurman menerima aspirasi masya rakat Perumnas, Jati, Sasa, Fitu, Jati Metro dan Jerbus saat reses masa persidangan ke III tahun 2026, sangat positif dirasakan ditengah polemik yang terjadi di DPRD.
“Masyarakat masih memberi kepercayaan pada kami, Insya Allah, tidak jauh beda saat kami turun ke kelurahan dan tinjau lapangan. Mereka berharap lanjutan pekerjaan pekuburan Perumnas tahun 2027 dapat direalisasi kan. Jalan paving blok dan drainase mudah -mudah sudah ada di bagian perencanaan untuk 2027,” katanya, Sabtu (19/7/2026).
Reses di Perumnas ini warga menyampaikan aspirasi penerangan jalan umum (PJU), drainase, sampah, infrastruktur, tertibkan kondisi Kantibmas, pelayanan dasar di kelurahan. Kondisi fisik kantor Lurah sangat menyedihkan. tenda lorong, tenda untuk pelaku UMKM yang ada di Perumnas.
Irawati berharap Dinas Koperasi UKM serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bisa memberikan perhatian apabila kami menyampaikan aspirasi masya rakat seperti ini, tidak harus menunggu Pokir itu lama, tapi kalau ada pengadaan dari dinas terkait agar mereka difasilitasi.
“Jangan hanya orang orang yang ada kedekatan saja yang diberikan. Semua ini warga kita. Apabila mereka bisa tidur dengan nyenyak itu juga cerminan keberhasilan pemerintah saat ini,” ujarnya. Dialog agak sengit saat reses. “Mereka minta saya dan pak Lurah bisa segera menertibkan kondisi Kantibmas di Perumnas,” tuturnya.
Irawati menyebut, kondisi kelurahan dimana- mana pasti sama, ada beberapa oknum warga kelurahan mungkin terapkan budaya- budaya yang dinilai agak bertolak belakang dengan nilai moral yang dipertontonkan, di pangkalan-pangkalan ojek di pinggir jalan dan hal itu dianggap wajar.
Kondisi ini, katanya, sudah bertahun-tahun sehingga pak Lurah, perangkat kelurahan, sesepuh di Perumnas sudah berupaya, tetapi kembali lagi kepada kesadaran masya rakat untuk itu. “Keresahan masyarakat ditumpah kan saat reses. Mereka seolah- olah memberikan dorongan penuh agar bisa melakukan tindakan nyata,” jelasnya.
Menurut politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu, ada pro-kontra karena ada yang menganggap belum terjadi sesuatu hal. “Tapi saya pribadi risih karena pangkalan berada dekat kantor kelurahan yang sebelah nya ada TPQ. Kalau itu dipertontonkan sudah tidak bagus,” katanya.
Irawati mengatakan, bila pak Lurah sudah berbicara dengan tokoh-tokoh di Perumnas, tugasnya ia berkoordinasi dengan teman- teman di Polsek Ternate Selatan. “Kasih kami ruang diskusi, pak Lurah, perangkat kelurahan, sampai ke RT/RW, ketua pemuda, meng undang Polsek Ternate Selatan, kita duduk mencari solusi untuk memberikan pembinaan kepada mereka,” sambungnya.
Karena hal-hal seperti ini terlihat wajar juga sangat mengganggu dan dilihat oleh anak-anak remaja. “Yang kami takutkan itu akan menjadi contoh negatif bagi mereka,” ujarnya. Kalau tentang PDAM, lanjut dia, orang Perumnas sudah terbiasa, satu hari mengalir satu hari tidak.
Irawati menyampaikan, air mengalir pun di jam 01.00 dini hari sam pai subuh. “Itu dari zaman pak Soeharto sampai zaman pak Prabowo, tetap kami Perumnas masih sama. Tapi kami tetap optimis, semua akan baik pada waktunya selama kita semua sama- sama punya niat, untuk mencapai Ternate yang mandiri dan berkeadilan,” katanya.
Irawati reses hari pertama mendatangi Perumnas, karena masih ada utang pekerjaan lanjutan. Aspirasi, Alhamdulillah, dalam keterbatasan pemerintah kota masih ada sinergi yang sehat. Untuk bersama- sama memberi kan pelayanan yang terbaik untuk warga Kota Ternate.
Pokir yang kami perjuangkan dari aspirasi rakyat yang realisasi untuk tahun 2026. Tiga speaker aktif, itu aspirasi dari ibu-ibu penga jian akan diserahkan. Tinjau pagar kubur dari pagu anggaran Rp 250 juta, saya diberikan kesempatan untuk.pagar kuburan Perumnas yang letaknya di lingkungan kelurahan Tabona. Pekerjaan belum separuh. Bila dikon fersi baru Rp 90 juta dari pagu Rp 250 juta.
Irawati lanjutkan ke Jati karena Pokir saya direalisasikan di dua lokasi, yaitu pemasangan paving blok, dalam keterbatasan pemerintah masih mensuport kami untuk dapat merealisasikan aspirasi rakyat.
“Kami agak prihatin walau pun kami memahami situasi kondisi fiskal kita. Namun di semua kelurahan yang kami datangi itu, persoalannya sama. Mereka ingin memberi kan pelayanan maksimal terhadap warga tapi benturan lagi,”ucapnya.
Menurut Irawati, tidak ada pemimpin yang menyengsarakan rakyatnya. Namun kondisi seperti ini mau tidak mau kita harus berpikir sehat semua. “Kita sedang dalam satu perahu untuk sama- sama berlayar dan berjuang menyelamatkan diri untuk keluar dari situasi yang buruk ini,” kilahnya.
Ada beberapa kelurahan menerima dengan membuka pintu ruangan pak Lurah. “Ibu dewan minta maaf buka pintu, karena AC tak bisa nyalah. Keterbatasan operasional dan untuk pelayanan dasar,mereka terseok-seok karena keterbatasan anggaran alat tulis kantor (ATK), hingga minimnya komputer.
“Saya tetap optimis apabila kondisi ini membaik, tentu pemerintah dalam hal ini Wali kota, wakil wali kota dan Sekda yang akan memberikan perhatian untuk lebih memperkuat pelayanan dasar terhadap masyarakat,” katanya.
Warga melalui Lurah Fitu menitipkan penerangan jalan umum (PJU) di 17 titik. Karena terjadi gelap dimana-mana. Titik rawan ini bila dinyalakan agar bisa mengurangi dan menekankan angka gangguan Kantibmas di lingkungan masing-masing, termasuk Kalumata dan Perumnas.
Irawati memberi contoh, karena pernah ada warga Perumnas datang melapor ke dirinya malam-malam. Pulang kerja jam 02.00 WIT, dia dari atas seharusnya ke Perumnas malah dibawah ke Kalumata, jalan gelap. Anaknya lompat dan ke kesini (saya) dalam keadaan berdarah- darah. Lapor ke Polsek, biar jadi pembelajaran, cuma bersangkutan tak mau.
Ia menyebut, aspirasi masuk tiba-tiba dari warga, mereka minta ibu lihat jalan di RT 12, kelurahan Sasa, Ternate Selatan. Banyak anak-anak mahasiswa Maluku Utara yang kost di seputaran jalan tersebut. Mereka memahami juga kondisi yang ada, mereka nekad saja siapa tahu bisa didorong.
Bisa dibayangkan orang yang menggunakan sepeda motor bila tidak ekstra hati-hati bisa jungkir balik, karena jalan banyak lubang-lu bang, kerikil halus bikin licin. Mereka pahami kondisi dan tak mau berjanji pastinya. “Kita berdoa saja jika keadaan membaik, perbaikan jalan ini bisa direalisasikan,” terangnya.
Saat turun ke lapang di RT 2 Jerbus, menu rut Irawati, pak Lurah sampaikan drainase yang menjadi prioritas. Karena ada mumpet (tertutup) dari atas turun ada kurang lebih 350 meter. Sedangkan di Jati Metro, komuni tas Jawa yang menyampaikan aspirasi yaitu revitalisasi mushalla.
“Bagian perencanaan Sekretariat DPRD Kota Ternate sampaikan ke saya, Insya Allah, mushalla di Jati Metro, lanjutan pagar kuburan Perumnas dan Paving Blok untuk Gambesi, Insya Allah, jadi prioritas. Bagian Perencanaan menyampaikan ke saya sudah didorong,” pungkasnya. (**)
