Tasman Interupsi Pansus LKPJ Walikota tidak ke Batang Dua

Kota Ternate470 Dilihat

TERNATE,Tbn- Anggota DPRD Kota Ternate daerah pemilihan (Dapil) III, Tasman Balak interupsi Pansus LKPJ Walikota 2024 tidak ke Bata ng Dua. Pemotongan pembicaraan pada rapat paripurna ke 6 masa persidangan ke II tahun sidang 2025.

Interupsi tersebut saat ketua DPRD Rusdi AIM baru saja membuka rapat paripurna pandangan umum fraksi-fraksi terhadap rancangan Keputusan DPRD tentang Rekomendasi atas LKPJ Walikota tahun 2024, Kamis, 17 April 2025.

“Apa yang sudah dikerjakan oleh pansus ini, saya apresiasi dan luar biasa melaksanakan tugas-tugas kerja mereka. Tapi sangat disayang kan Batang Dua tidak ada dalam agenda Pansus LKPJ Wali Kota tahun 2024,” katanya.

Padahal, lanjut politisi partai Gerindra Kota Ternate ini, banyak proyek nasional maupun daerah yang dibiayai oleh APBN maupun APBD lolos dari DPRD. “Fungsi DPRD ini pengawasan, kok bisa lepas. Ada apa ini,” tanya Tasman.

Menanggapi interupsi itu, Ketua DPRD Kota Ternate, Rusdi AIM mengatakan, kalau ada anggota dewan yang menyampaikan aspirasi itu wajar. “Kalau saya anggap interupsi tadi itu wajar-wajar saja,” katanya.

Interupsi warnai paripurna pandangan umum fraksi-fraksi itu, menurut Rusdi, dinamika dalam lembaga ini, tidak ada masalah. Pansus sudah melaksanakan tugasnya. “Masalah pansus tidak ke Batang Dua, kenda la krusial saya tidak tahu,”lanjutnya.

Apakah dibahas di internal pansus atau tidak, kenapa tidak dilaksana kan ke Batang Dua. Itu yang belum terkonfirmasi, pansus selama ini sudah dijalankan semuanya.

Apa alasan sehingga pansus tidak ke Batang Dua. “Bisa jadi karena terkendala anggaran sampai pansus tidak bisa turun ke Batang Dua. Nanti konfirmasi ke ketua pansus,” sarannya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus LKPJ Wali Kota, Fuad Alhadi menga takan, pansus sudah maksimal melaksanakan tugasnya. Cuma lagi -lagi tidak ke Batang Dua itu yang jadi persoalan. Karena pulau terluar itu perhatian khusus pemerintah.

“DPRD dalam melaksanakan tugas pengawasan apalagi dalam bentuk pansus. Torang (kami) melaksana kan tugas pengawasan, evaluasi kinerja -kinerja pemerintah itu sudah harus secara adil dan merata,” katanya.

Masalah pansus agak sedikit mengalami kendala untuk bisa ke Batang Dua. “Padahal kita punya keinginan besar untuk ke sana. Lagi-lagi karena dengan fasilitas yang terbatas. Kita terpaksa tidak sempat ke Batang Dua,” jelasnya.

Fuad menerangkan, teman-teman yang dapil Batang Dua merasa ini bagian yang tidak terakomodir, tidak berimbang. Karena banyak aspirasi di Batang Dua, wajar kalau dia (pak Tasman Balak) melakukan interupsi.

“Oleh karena itu kita sangat mendu kung, cuma kondisi, lagi-lagi kita dibatasi dengan kondisi keuangan atau kondisi anggaran, akhirnya kita tidak bisa melaksanakan tugas se cara merata dan adil,” jelas politisi partai Golkar itu.

Fuad akui, pansus sudah berusaha maksimal, semua kecamatan bisa sampai. Dengan waktu yang diberi kan hanya satu bulan. “Bulan puasa, selesai lebaran kita bisa menyelesaikan kerja-kerja pansus tersebut,” ucapnya.

Dengan anggaran yang terbatas, Fuad kembali menegaskan bahwa, akhirnya kita tidak bisa sampai ke Batang Dua. “Itu yang jadi teman- teman mewakili dapil Batang Dua seperti pak Tasman merasa kesal disitu,” pungkasnya. (**)

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *