TERNATE – Badan Pusat Statistik atau BPS Kota Ternate mencatat bahwa, terjadi inflasi pada bulan Nopember 2025 atau kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 107,90 pada Nopember 2024 men jadi 120,36 pada Nopember 2025.
Ketua komisi II DPRD Kota Ternate, Farijal S. Teng menjelaskan bahwa, kenaikan ini menunjukkan adanya tekanan harga pada sejumlah komoditas yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Inflasi 2,28 persen yang terjadi ini berdampak pada harga bahan pokok dan daya beli masyarakat,” katanya saat dimintai komentar kenaikan inflasi menjelang akhir tahun 2025, Selasa (9/12/2025).
Farijal mengatakan, kalau dilihat potret trend inflasi 3 tahun terahir sangat fluktuasi, 2023 inflasinya 4,41persen di 2024 turun menjadi 1,66 persen dan di 2025 mengala mi kenaikan menjadi 2,28 persen.
“Bagi kami inflasi bukan sekadar angka statistik saja, melainkan indikator penting yang mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat di Kota Ternate,” ungkapnya.
Untuk itu, politisi PKB ini meminta Pemerintah Kota Ternate dapat mengambil langkah strategis dan terukur agar kenaikan harga dapat di kendalikan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Pemda juga harus intens memperkuat operasi pasar murah, memastikan ketersediaan stok pangan,” ujarnya.
Farijal menambahkan, pemerintah juga perlu melakukan pengawasan distribusi barang, termasuk potensi monopoli dan hambatan distribusi yang dapat menyebabkan kenaikan harga di tingkat konsumen.
“Agar kedepan seluruh harga barang dapat di kendalikan dengan baik, maka kami harapkan pemerintah kota ternate perkuat kerja sama antar daerah sehingga kebutuhan komoditas strategis seperti beras, telur, bawang, dan cabai dapat di kendalikan secara baik,” tandasnya. (**)
