Pemkot Ternate Siapkan Kampung Ramadhan, Rizal: Memfasilitasi Ruang yang Sudah Dilarang

Kota Ternate1164 Dilihat

TERNATE – Pemerintah kota (Pem kot) Ternate, akan menyiapkan Kampung Ramadhan dalam rangka memfasilitasi masyarakat pedagang musiman yang muncul pada saat momen menjelang bulan ramadhan tiba.

“Kampung ramadhan ini untuk memfasilitasi sejumlah ruang yang sudah dilarang misalnya dalam terminal dan lain-lain,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, di gedung parlemen Ternate, Senin (19/1/2026).

Kampung ramadhan itu, menurut nya, terletak di sebelah Timur Bente ng Oranje Ternate-tepatnya di Tama n Film, mulai dari pintu Selatan sam pai pintu Utara. Pemkot fasilitasi disitu, paling tidak ada ruang yang terkonsentrasi atau terpusat.

“Kalau orang cari pakaian, baju dan busana muslim, mukena, jilbab dan kofia maupun sajadah bisa datang di Kampung Ramadhan karena semua akan tersedia disana. Dua tahun lalu Kampung Ramadhan pernah disitu,” ujarnya.

Rizal kembali menegaskan, untuk namanya ruang yang tidak diperuntukan beraktivitas berjualan khusus pedagang musiman atau situasional dalam momentum ramadhan itu tidak dibenarkan lagi tahun ini pedagang musiman.

“Pemerintah kota dan saya diminta oleh pak Wakil Wali Kota untuk berkoordinasi dengan beberapa OPD teknis terkait untuk sama- sama tong kawal ini untuk tidak akan melakukan aktivitas berjualan di dalam terminal,” ucapnya.

Untuk penjual kue, tambah Sekda, tidak permasalahkan jenisnya. “Tapi yang namanya area terminal saya sepakat dengan pak wakil wali kota tadi,tong pe tugas sama-sama untuk area terminal tidak ada pen jual apapun di dalam disitu, sehingga fungsi terminal dikembalikan.”

Untuk penjual kue yang biasa tong lihat di kampung- kampung, Orang berjualan diatas trotoar. Rizal berpikir, karena ini momentum ramadhan apalagi penjual kue punya meja cuma 50 x 1. Bahkan dong bajual jam 14.00 atau jam 2 ke atas.

“Pemerintah kota memberikan toleransi untuk penjual kue itu. Karena tahun-tahun kemarin juga demikian. Ini momentum ramadhan orang cari rejeki. Dalam space yang kecil, saya pikir pemerintah kota memberi ruang kepada warga di kelurahan-kelurahan dong bakal dong pe meja sadiki taro roti, kue, atau cendol ka apa itu bisa,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *