TERNATE-Pemerintah pusat pangkas transfer ke daerah (TKD) untuk Kota Ternate 2026 sebesar Rp 155 miliar. Pemangkasan ini harus diikuti dengan peningkatan PAD. Kalau tidak, banyak program dan kegiatan tidak bisa dilaksanakan.
Anggota badan anggaran (Banggar) DPRD Kota Ternate, Zulfikri Andili menjelaskan bahwa, pemangkasan TKD ini sudah pasti kebijakan dari pusat, sudah pasti kabupaten kota dan provinsi melakukan penyesuaian-penyesuaian.
“Saya berpikir kondisi pendapatan asli daerah (PAD) kita selama ini anjlok, padahal kota Ternate perputaran ekonomi, yaitu transaksi nilai uang itu cukup besar. Ini harus kita serius menanggapi soal PAD,” katanya, Jumat sore (3/10/2025).
Anggota komisi II DPRD Ternate ini menegaskan bahwa, peme rintah harus lebih serius lagi untuk bagaimana menentukan dan meng atur formula-formula yang tepat untuk bagaimana menggenjot PAD yang ada di Kota Ternate.
“Saya berharap pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate,segera men ciptakan suatu trobosan yang betul- betul PAD langsung naik signifikan. Karena daerah ini kota jasa yang luar biasa, transaksi terjadi dimana -man apa pun itu. Berarti perputar an ekonomi sangat tinggi,” ujarnya.
PAD anjlok, menurut Zulfikri, banyak hal yang sudah dikomentari teman- teman anggota/pimpinan DPRD bahwa terjadi loss potensi, kebocoran terjadi dimana-mana. Bahkan sumber pendapatan yang belum digarap.
“Saya minta ketegasan kepala daerah, wali kota dan wakil wali kota untuk bagaimana mampu memberikan instruksi ketat, arahan yang tepat kepada OPD-OPD pengelola pendapatan, agar bisa menggenjot PAD,” pintanya.
Ketua Fraksi Partai Gerindra Kota Ternate melihat kedepan ada rolling jabatan, pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota mampu menempatkan orang-orang yang punya komitmen betul untuk melihat Kota Ternate ini semakin maju lagi, yang punya rasa peduli dan serius tinggi untuk meningkatkan PAD yang ada.
Dia memberi contoh, cara berpikir dan kepedulian untuk peningkatan PAD ini salah satunya, Sekwan Kota Ternate, Aldhy Ali. “Karena saya sempat berdiskusi bagaimana kita melihat Kota Ternate dengan anjlok nya PAD yang turun,” ucapnya.
Zulfikri melihat pak Aldhy cukup serius menanggapi PAD yang anjlok ini. “Beliau mampu melihat dimana sektor-sektor PAD yang harus digenjot dan yang harus diseriusi,” kata dia.
Sebagai anggota komisi II, Zulfikri mengatakan loss potensi di Dinas Perindag Kota Ternate. Kota Ternate ini ada Pasar Higenis Gamalama, Pasar Dufa-Dufa, Pasar Bastiong dan Pasar Sasa juga. “Ini belum maksimal,” tuturnya.
Politisi partai Gerindra ini menjelas kan, kemarin Komisi II turun di Pasar Higenis, Pasar Dufa-Dufa dan Pasar Bastiong melihat banyak hal ruang PAD yang belum digarap optimal. “Ini kita harus genjot supaya PAD kita naik,” tegasnya.
Selain Disperindag, tambah dia, ada juga Dinas Perhubungan. Masalah retribusi parkir, lanjut Zulfikri, parkiran di Kota Ternate ini masih banyak parkir-parkir liar. Ada pungutan- pungutan liar begitu, yang masuk ke kantong pribadi yang jaga disitu.
“Saya meminta Pemkot Ternate serius melihat situasi dan kondisi mo del begini. Karena kita tidak punya apa-apa.Yang kita punya hanya jasa yang luar biasa, dengan berbagai infrastruktur pembangunan yang ada di Kota Ternate,” katanya.
Fasilitas itu dimanfaatkan sebaik- baiknya,manfaatkan segala macam yang bisa memanfaatkan balik untuk Pemerintah kota Ternate. “Jangan kita berharap bantuan dana dari pusat, tapi kita harus mencipta kan salah satu terobos untuk peningkatan PAD,” tandasnya. (**)
