TERNATE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate memfasilitasi rapat dengar pendapat umum (RDPU) gabungan komisi I dan Komisi II bersama Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Perindag dan Kepala Satpol PP Kota Ternate, di ruang rapat eksekutif DPRD, Senin (9/2/2026).
Kepala Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Ternate, Fhandy Mahmud menyampaikan bahwa, pemerintah kota tetap konsisten dengan sikap untuk bulan ramadhan kawasan terminal tidak ada pedagang musiman.
“Torang tetap konsisten apa yang diminta teman-teman Dinas Perhubungan dan Disperindag terkait pengawasan di kawasan tersebut, Satpol PP tetap intens melakukan pengawasan tersebut melalui jalur patroli,” katanya.
Pengawasan terminal, menurut Fhandy, seperti biasa ada petugas dari Dinas Perhubungan. “Sampai hari tadi, kalau pun ada aktivitas pedagang saya pastikan tidak mungkin terjadi karena atas izin dari Disperindag baru bisa melakukan aktifitas dan sejauh ini tak ada sama sekali,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kadishub Kota Ternate, Faizal Badaruddin mengatakan, untuk pedagang musiman di dalam terminal sesuai arahan dari Wali Kota, wakil wali kota dan Sekda Kota Ternate.
“Pengawasan di kawasan terminal sudah mulai dilakukan. Untuk kawasan terminal sudah dilakukan penertiban, sesuai arahan pimpinan kita tetap laksanakan arahan tersebut. Untuk sementara ini tidak dibenarkan pedagang musiman di dalam terminal sesuai arahan pimpinan,” ungkapnya.
Nasib pedagang musiman itu, tambah Sekretaris Dinas Perindag Kota Ternate, M. Saiful Arsyad, untuk pedagang musiman di bulan Ramadhan ini kita sudah melakukan rapat pada Kamis (5/2/2026)
“Sudah diputuskan skema kita alihkan ke Taman Film di kawasan Benteng Oranje Ternate. Itu sudah ditetapkan, kita telah sampaikan pada RDPU bahwa pemerintah saat ini punya sikap seperti ini, merujuk pada keputusan pimpinan di dalam terminal tidak ada pedagang musiman,” katanya.
Keputusan itu, menurut Saiful, Disperindag mengambil langkah dan membuat skema bahwa pedagang musiman itu dialihkan ke kawasan Benteng Oranje. ‘Saya kira itu saja,” pungkasnya. (**)
