BBM Naik, DPRD Ingatkan Pemerintah Jaga Keseimbangan Harga Sembako 

Kota Ternate69 Dilihat

TERNATE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate memberikan reaksi ter hadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (setara RON 95) yang mulai pada Rabu, 10 Juni 2026.

Wakil Ketua II DPRD Kota Ternate, Jamian Kolengsusu menyampaikan bahwa, kenaikan harga Pertamax (RON 92) dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.650 per liter, naik Rp 4.350 per liter. Kenaikan ini merupakan suatu hal yang patut ditanggapi kami DPRD,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

Kondisi itu, Ia menghimbau kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan pelayanan publik, terutama Dinas-Dinas yang berkaitangan dengan pelayanan publik yang berkaitan den kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Kenaikan harga minyak yang prosentasi cukup besar, bukan berarti bahwa kita harus merespon dengan hal-hal yang tidak normal. Akibat dari kenaikan ini kita harus sadar ada gejolak geopolitik secara global,” katanya.

Jamian mengatakan bahwa, kenaikan minyak ini mungkin salah satu yang mempengaruhi adalah situasi geopolitik saat ini yang kita tidak bisa hindari terjadinya kenaikan BBM.

“Kami minta Disperindag agar mengontrol dampak dari kebijakan pemerintah dalam rangka menjaga timbulnya kenaikan harga barang di level pasar, agar tidak terjadi kenaikan harga yang berlebihan atau mencolok,” pintanya.

Sebab itu, Jamian bilang, dengan kenaikan harga BBM yang kurang lebih hampir 30 persen atau 20 persen lebih itu sudah pasti sangat mempengaruhi harga terutama harga sembilan bahan pokok (sembako) dan kebutuhan pokok (bapok) lainnya.

Sebagai anggota DPR sekaligus koordinator Komisi II DPRD Kota Ternate, Jamian meng inggatkan kepada semua pihak terutama pemerintah untuk menggawasi dan menjaga keseimbanggan harga agar kenaikan dapat menyesuaikan dengn kondisi agar tidak memberatkan para konsumen saat ini.

“Intinya harus ada penggawasan ketat kepada pelaku pasar yang biasa berspekulasi sehingga menjadi beban masyarakat kalau pun ada hal hal yang di perlukan salah satu langkah positif dengan pengadaan pasar murah misalnya kerja sama dengan berbagai pihak seperti Bulog dan lain lain untuk menanggani beras, minyak, dan gula,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *