Tiga Klaster, Hariyanto Serap Aspirasi Masyarakat Maliaro

Kota Ternate30 Dilihat

Ternate – Anggota DPRD Kota Ternate Fraksi PDI-Perjuangan melaksanakan reses masa persidangan ke III, di kelurahan Maliaro, Ternate Tengah, Kota Ternate, dalam menye rap aspirasi masyarakat klaster infrastruktur, sosial ekonomi dan klaster pelayanan umum, untuk diperjuangkan ke pemerintah.

Kader posyandu, ketua RT/RW maupun tokoh masyarakat menyampaikan aspirasi masih kurangnya fasilitas posyandu, usul kenaikan insentif kader posyandu, penurunan dan pencegahan stunting, talud penahan tanah, saluran dan drainase, peningkatan jalan tanah serta jalan lingkungan.

Hariyanto Hanadar, menyampaikan bahwa, reses masa persidangan ke-III di kelurahan Maliaro, banyak keluh-kesah sekaligus hara pan yang disampaikan oleh Kader Posyandu, ketua RT/RW maupun tokoh masyarakat saat menyerap aspirasi masyarakat.

“Mereka usulkan insentif yang mereka peroleh selama ini Rp 250. 000 dinaikkan menjadi Rp 500.000 atau disamaratakan dengan insentif RT/RW karena tugas yang mereka emban dan kerja-kerja, khusus pendataan dilapangan sangat berat bagi ibu-ibu posyandu,” katanya, Kamis (17/9/2026).

Oleh karena itu, Hariyanto mengatakan, mereka mengharapkan Pemerintah kota Ternate dalam hal ini Wali Kota, agar bisa menerima usulan kenaikan insentif untuk kader posyandu. “Posyandu tersebut diarahkan untuk penurunan dan pencegahan stunting,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya, masalah infrastruktur yang harus diperhatikan oleh Pemerintah kota Ternate. Yaitu talud penahan tanah yang ada di kelurahan Maliaro sudah ambruk semua. “Ketakutan masyarakat kelurahan Maliaro kemarau panjang saat musim hujan nanti menjadi ketakutan warga,” ujarnya.

Kondisi ini, lanjut Hariyanto, agar bisa menjadi perhatian oleh Pemerintah Kota Ternate. “Mereka menyadari kondisi keuangan daerah yang saat ini lagi efisensi, sehingga mereka juga menyampaikan ke pemerintah hal ini perlu diperhatikan oleh Pemerintah kota Ternate,” tuturnya.

Hariyanto menambahkan bahwa, tidak hanya talud penahan tanah tapi saluran di pinggir jalan, peningkatan jalan tanah ke paving maupun jalan lingkungan. Itu butuh diperhatikan oleh Pemerintah kota Ternate.

“Talud dan saluran yang menjadi prioritas yang harus diperhatikan saat ini. Karena talud yang ada di kelurahan Maliaro ini sudah banyak makan korban. Hal ini kalau pemerintah membiarkan bisa fatal, mudah- mudahan kejadian tersebut tidak terulang lagi. Kalau sampai terulang lagi itu yang kami takuti,” ungkapnya.

Terpisah salah satu warga yang ikut reses, Reza Koeswara Martam, mengatakan fasilitas posyandu masih memiliki sejumlah kekurangan sarana prasarana penunjang, seperti meja, kursi, dan fasilitas operasional lainnya.

Selain persoalan posyandu, pembangunan infrastruktur seperti talud di wilayah Kelurahan Maliaro seharusnya direnovasi, agar dikemudian hari terjadi banjir, warga tidak lagi mengeluhkan.

“Masalah pembangunan talud ini sudah sering disampaikan kepada Wali Kota, namun hingga kini belum terakomodasi. Padahal, saat banjir dan abrasi terjadi masyarakat yang akan menanggung risikonya,” ujar Reza.

Karena itu, warga berharap keluhan yang disampaikan kepada Anggota DPRD Kota Ternate saat menggelar reses pada Rabu (16/9/2026) di kantor Lurah Maliaro, dapat segera disampaikan kepada pemerintah kota agar keluhan tersebut segera terealisasi.

“Kami berharap dalam rangka reses ini dapat memberikan solusi nyata atas berbagai persoalan yang terjadi di masya rakat kemudian telah disampaikan kepada Anggota DPRD. Semoga aspirasi yang diserap dapat diperjuangkan kemudian direalisasikan oleh Pemerintah Kota secepatnya,” kata Reza. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *