DPRD Ternate Dipuji, Meski Dikritik Tetap Fokus Kerja

Kota Ternate8 Dilihat

Ternate – Sikap pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate periode 2024–2029 yang terbuka dan tidak menutup diri terhadap berbagai kritik publik mendapat apresiasi tinggi dari tokoh pemuda Maluku Utara (Malut) Muzakir Dodaradaga.

Muzakir yang akrab disapa Jek itu menilai penghargaan layak diberikan kepada wakil rakyat itu yang menjaga lembaga DPRD berada di jalur demokratis dan terbuka menerima kritik, meskipun di tengah berbagai persoalan internal yang menyelimuti lembaga tersebut.

Menurut Muzakir, DPRD Kota Ternate secara konsisten membuka ruang bagi masukan, saran, maupun kritikan dari masyarakat, tidak merespons secara emosional atau reaktif, para anggota justru tetap menempatkan fokus pada pelaksanaan tugas dan kinerja.

“Saya melihat kedewasaan politik yang nyata pada DPRD Kota Ternate periode ini. Di tengah sorotan dan kritikan yang keras dari publik, mereka tidak menutup diri, tidak tersinggung, dan tidak membalas dengan narasi yang tidak produktif. Mereka menerima dengan lapang dada dan tetap bekerja,” ujar Muzakir kepada awak media, Rabu (6/10/2026).

“Politisi itu juga manusia, tidak ada yang sempurna. Namun sikap terbuka terhadap kritik itulah yang patut dihargai,” imbuhnya.

Lebih jauh, Muzakir menilai sikap terbuka dan demokratis ini layak menjadi teladan bagi lembaga legislatif di seluruh Indonesia.

“Lembaga legislatif adalah penyambung lidah rakyat. Konsekuensinya, harus ikhlas menerima apa yang disampaikan masyarakat. Justru dari kritikan itulah kinerja dapat diperbaiki. Jika lembaga perwakilan rakyat anti-terhadap kritik, itu ciri sikap yang otoriter dan tidak demokratis,” tegasnya.

Dia menegaskan, iklim demokrasi yang sehat hanya dapat tumbuh jika masyarakat memiliki ruang yang luas untuk menyampaikan aspirasi tanpa rasa takut.

“DPRD Kota Ternate telah memberikan contoh nyata membangun iklim demokrasi yang kondusif. Dikritik, mereka dengarkan. Disorot, mereka perbaiki. Tidak ada tindakan pembalasan terhadap siapa pun yang menyampaikan kritik. Inilah yang sangat kita butuhkan saat ini,” pintanya.

Dia berharap sikap tersebut dapat dipertahankan hingga akhir masa bakti, serta menjadi teladan bagi lembaga legislatif lain di wilayah Maluku Utara, baik di tingkat Kabupaten/Kota maupun di lingkungan Pemerintah Provinsi.

“Jika seluruh lembaga perwakilan rakyat dapat bersikap seperti DPRD Kota Ternate, saya yakin kepercayaan publik terhadap dunia perwakilan akan kembali tinggi. Rakyat merasa didengar, bukan justru dimusuhi,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *