Gerindra Ternate Kecewa Dugaan Penyadapan Presiden, Pihak Terlibat Dihukum Berat 

Kota Ternate23 Dilihat

Ternate -Dugaan penyadapan komunikasi Presiden Prabowo Subianto memantik reaksi keras DPC Partai Gerindra Kota Ternate. Partai besutan Prabowo itu mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut dan menghukum seberat- beratnya siapa pun yang terbukti terlibat.

Sikap tegas tersebut disampaikan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Ternate, Jamian Kolengsusu, dalam konferensi pers bersama jajaran pengurus partai, Kamis (5/11/2026).

Jamian menilai dugaan penyadapan terhadap kepala negara merupakan sebuah pelanggaran berat. “Kalau ini terbukti sangat memalukan dan pihak-pihak tersebut harus bertanggungjawab,” ujarnya.

Sebagai ketua partai, ia sangat apresiasi dengan Kapolri yang baru yang bisa meng ungkap kasus ini itu bagian dari apresiasi DPC Gerindra Kota Ternate berkaitan deng an pengungkapan yang dilakukan aparat hukum sendiri seperti mantan Kapolri.

Ini adalah salah satu permasalahan yang memang betul-betul sangat keji. bagi penegakan hukum di negeri ini. Ia menegas kan, Gerindra Kota Ternate sangat kecewa apabila informasi tersebut benar dan terbukti.

Jamian mengatakan, komitmen dari partai Gerindra Kota Ternate mengharapkan semua pihak yang terlibat dalam penyerapan itu harus ditindaklanjuti secara hukum seberat-beratnya.

“Kami sebagai Partai Gerindra berada di garis depan untuk mendukung setiap penegakan hukum yang berkaitan dengan penyadapan itu. Semua pihak yang terlibat harus dihukum seberat-beratnya,” tegasnya.

Jamian juga mengapresiasi langkah Kapolri yang baru dalam mengungkapkan kasus tersebut. Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan secara transparan dan tidak boleh tebang pilih, termasuk terhadap pihak-pihak yang memiliki jabatan.

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Ternate, Tasman Balak menyampaikan persoalan yang terjadi ini adalah sebuah malah petaka yang terjadi bangsa ini. Ia menyebut dugaan penyadapan komunikasi petinggi negara sebagai persoalan serius yang menyangkut keamanan dan kehormatan institusi negara.

Tasman meminta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) turut mengambil peran dalam melakukan penyelidikan untuk membantu mengungkap pihak yang bertanggung jawab. “Ini sebuah kecerobohan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab menyadap komunikasi petinggi-petinggi negara.

“Gerindra Kota Ternate mengapresiasi pada Kapolri yang baru untuk melakukan bersih-bersih,” ujarnya. Menurut Tasman, komitmen membersihkan institusi negara dari berbagai penyimpangan harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Ia juga menyinggung peringatan Presiden Prabowo agar setiap institusi melakukan pembenahan internal sebelum pemerintah mengambil langkah lebih jauh.

Gerindra Kota Ternate menegaskan dukungannya terhadap proses penegakan hukum dan meminta dugaan penyadapan tersebut diusut secara menyeluruh. “Biar penegak hukum, bapak Kapolri konsistensi, integritas dan ia mampu menyelesaikan persoalan ini,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *