Kemendag “Cuek” Ternate, Karena TGR Dua Pasar Belum Diselesaikan

Kota Ternate188 Dilihat

TERNATE – Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk sementara tidak memberikan perhatian dan terkesan “cuek” terhadap persoalan pendanaan dalam rehabilitasi bangunan-bangunan pasar yang ada di Kota Ternate.

“Karena sudah enam tahun sejak 2019 sampai saat ini tidak ada lagi perhatian dari Kementrian Perdagangan untuk melakukan renovasi bangunan pasar yang ada di Kota Ternate,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Farijal S. Teng pada sejumlah awak media, Rabu (25/2/2026)

Setelah komisi yang dipimpinnya melakukan kunjungan ke Kemendag 10-14 Februari 2026, Farijal mengatakan, ada beberapa hal yang ditemui. Yang pertama, kenapa sampai saat ini Kementrian Perdagangan tidak mem berikan perhatian terkait bangunan- bangunan pasar yang ada di Kota Ternate.

“Karena ternyata ada tuntutan ganti rugi (TGR) yang menjadi hasil audit BPK pada tahun 2019, pekerjaan pembangunan Pasar Dufa Dufa dan Pasar Rempah tahun 2018 yang sampai saat ini belum rampung penyelesaian TGR,” ujar politisi partai PKB itu.

Tuntutan ganti rugi Pasar Rempah senilai Rp 732.354.285. Dari jumlah tersebut sudah terbayar Rp 64.956.000 dan tersisa Rp 667.398.285. Sedangkan untuk Pasar Dufa- Dufa senilai Rp 1.416.620.075, sudah terba yar Rp 1,1 M dan tersisa Rp 316.620.075.

“Dua pasar itu yang ada temuan yang harus ganti rugi oleh pihak ketiga tapi sampai saat ini belum menyelesaikan ganti rugi tersebut. Sehingga Kementrian Perdagangan tidak lagi memberikan atensi, perhatian dalam rangka perbaikan renovasi pasar di Kota Ternate,” ungkap Farijal.

Yang kedua, Kementerian Perdagangan memberikan perhatian terkait dengan pasca pembangunan pasar. Karena pada saat itu program Presiden Jokowi 5.000 pasar. Itu sudah dibangun, salah satunya dibangun di Kota Ternate, yaitu dua pasar tersebut.

“Setelah dibangun, Kementerian Perdagangan melihat bagaimana pemanfaatan. Kalau pemanfaatan tidak maksimal maka Kementerian Perdagangan tidak memunculkan anggaran untuk renovasi dan perbaikan pasar yang sedang rusak,” sebutnya.

Kenapa komisi II DPRD ke Kementerian Perdagangan, menurut Ijal biasa disapa, karena anggaran kita di Kota Ternate sangat terbatas. Apalagi dengan situasi efisiensi semua program menumpuk di pusat. “Maka kita coba berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan,” katanya lagi.

Yang ketiga, itu yang menjadi catatan Kementerian Perdagangan terkait dengan data profile pasar yang diminta Kementerian Perdagangan untuk diinput kementerian supaya ini menjadi dasar, bahan kementerian untuk penilaian dan langkah-langkah apa diambil oleh Kementerian Perdagangan.

“Oleh karena itu dari hasil kunjungan kami berencana mengundang Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate, tapi karena ada sesuatu dan lain hal ditunda hari Jumat (27/2/2026)baru rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPRD dengan Disperindag,” jelasnya.

Selain itu, kata Ijal, pihaknya akan tanyakan apa langkah Disperindag untuk menyikapi lonjakan harga yang terjadi di bulan Ramadan dan bagaimana kesiapan Disperindag untuk mengantisipasi lonjakan harga sampai akhir Ramadan.

“Bagaimana progres terakhir berkaitan dengan pelaksanaan Kampung Ramadan. Rencana Pedagang direlokasi dari Terminal ke Taman Film Benteng Oranje bagaimana progresnya, itu yang kita mau tanya. Tapi karena kondisi tidak memungkinkan hari ini maka ditunda hari Jumat,” tuturnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *