Batang Dua Masuk Kawasan Gempa Bumi dan Sunami

Kota Ternate8 Dilihat

TERNATE – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rorano Maluku Utara, menyebutkan bahwa, Batang Dua di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, masuk dalam zonasi kawasan bencana gempa bumi dan Sunami.

Ketua LSM Rorano, Ashgar Saleh menyam paikan hal itu usai rapat bersama pansus I DPRD ditugasi membahas revisi Perda RTRW 20 tahun yang akan datang (2026-2046). RTRW itu pedoman utama yang menjadi lan

dasan kebijakan pemerintah, untuk pemba ngunan, pelayanan publik dan sebagainya.

“Karena itu kita ingin memastikan Batang Dua itu masuk dalam Zonasi kawasan bencana gempa bumi dan Sunami. Dan kami baru koordinasi dengan BMKG ada pelatihan teman-teman relawan di gereja kemarin dilakukan,” katanya, Senin (4/5/2026).

Ashgar mengatakan, ada fenomena Mayau Teras yang ditetapkan BMKG sebagai sesua tu yang baru meski pun pusat gempa sudah lama, tapi dinamai Mayau Teras. Kemudian ada siklus 6 sampai 7 tahun pasti ada gem pa besar dalam skala seperti 7,6 kemarin.

“Karena itu kita ingin RTRW secara dini memberikan ruang untuk kelangsungan hidup di sana. Artinya, Mayau dan Tifure itu jadi zonasi khusus yang diperhatikan. Diatur dalam regulasi RTRW, karena kita bicara tata ruang. Kalau sudah ditetapkan dalam RTRW, impeknya kemana-mana,” tambah dia.

Pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, transportasi dan lain-lain pasti akan sejalan. Misalnya saja, kedepan seluruh pembangun an di Batang Dua baik rumah, sarana pemerintahan sudah mulai menggunakan bangunan tahan gempa. Karena pasti terus ada gempa.

“Kita ingin tidak ada lagi kerusakan, ada penetapan jalur evakuasi, titik evakuasi dan simulasi. Jadi kita ingin mitigasi di Batang Dua itu dilakukan pada saat belum ada bencana, bukan nanti saat bencana baru kita panik, melakukan rekonstruksi, bantuan dan sebagainya itu biasa, tapi fase sebelum bencana itu jadi krusial. Karena kalau itu dilakukan transfer pengetahuan, simulasi berulang kali, warga lokal akan punya kapasitas lokal. Ketika gempa terjadi mereka akan lebih siap,” ujarnya.

Sebagai ilustrasi, kemarin tanggal 2 April 2/26 di Mayau gempa berkekuatan 7,6 dan tanggal 8 April 2026 gempa di Jepang dengan kekuatan 7,2. Sampai sejauh ini kita belum dapat korban meninggal. Ratusan ribu orang dievakuasi, Jepang sangat adaptasi dengan gempa karena mereka sadar mereka hidup di daerah gempa.

“Ini yang kita ingin Batang Dua kedepan punya sustainable yang sama karena tidak mungkin kita punya pikiran untuk merelokasi ribuan orang disana pindah di daerah lain itu tidak mungkin,” kata mantan Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate itu.

Orang punya ketergantungan dengan alam, kedekatan dengan laut, tanah dan sebagai nya. Ada kultur yang tidak bisa diganti. “Teman-teman DPRD saya percaya nanti kita akan diskusi, ada beberapa masukan yang akan kami sampaikan tertulis ke pansus dan itu jadi dasar intervensi RTRW kedepan,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *