TERNATE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate mendesak PLN Caba Ternate segera memperbaiki mesin yang produksi strom di PLN Ranting Batang Dua yang sudah rusak satu bulan terakhir, sehing ga warg setempat hidup dalam kegelapan malam karena listrik mati alias padam.
“Sudah satu bulan listrik tidak menyala atau listrik padam di Pulau Batang Dua. Ini mengakibatkan warga kita disana agak kesulitan. PLN secepat perbaiki mesin itu agar listrik bisa menyala,” desak Wakil Ketua I dan anggota DPRD Ternate, Amin Subuh dan Tasman Balak, Kamis sore (30/7/2026).
Desakan itu mereka sampaikan secara terpisah usai rapat dengar pendapat (RDP) gabungan komisi; Komisi I dan Komisi II bersama Manajer PLN Cabang Ternate serta Camat Pulau Batang Dua terkait kondisi PLN Ranting Pulau Bata ng Dua, yang sebulan tidak lagi menyala (mati).
“Lampu penerangan ini bukan gaya hidup, listrik itu sudah menjadi kebutuhan dasar, sehingga kami mendorong PLN segera perbaiki kerusakan mesin listrik agar secepat bisa memberikan pelayanan kelistrikan yang lebih baik. Jangan dibiarkan berlarut-larut seperti begini,” kata Tasman.
Menggarisbawahi motto pelayanan PLN, menurut dia, DPRD sangat menyayangkan listrik padam sampai satu bulan di Batang Dua. Kasihan masyarakat disana, karena ada Puskesmas, listrik padam berdampak pada ekonomi masyarakat. Tak boleh terjadi seper ti ini, listrik itu kebutuhan dasar,” ujarnya.
Legislator dapil III-Pulau Ternate, Hiri dan Batang Dua tersebut meminta PLN Cabang Ternate, agar segera memperbaiki mesin listrik yang rusak dan merelokasi gedung kantor PLN Ranting Batang Dua yang baru yang lahannya telah disediakan Pemerintah Kota beberapa tahun lalu.
Kerusakan mesin listrik 4 unit karena bangun an gedung PLN Batang Dua dekat pantai, kadar garam tinggi sehingga minta direloka si ke lahan lokasi gedung kantor PLN Batang Dua yang aman. “Kami sampaikan ke PLN menjaga dan merawat komponen mesin aga r bertahan lama,” ucap politisi Gerindra itu.
DPRD meminta PLN segera memperbaiki mesin agar listrik secepat menyala, agar PLN memberikan pelayanan jasa kelistrikan kepada masyarakat setempat. Pemadaman listrik, tegas Tasman, PLN harus menyam paikan kepada masyarakat pelanggan, agar tidak berdampak kerusakan alat-alat elektro nik milik masyarakat pelanggan.
Kondisi PLN Batang Dua, tambah Amin Subuh yang menyimpulkan ada dua masalah. Masalah pertama, matinya me sin. Kalau tidak salah, dia ada dua atau tiga mesin yang digunakan saat ini pada posisi off alias rusak. Kerusakan pertama diakibatkan krosi (karatan) karena lokasi PLN saat ini berada di dekat pantai, zat garam tinggi.
Itu, menurut Amin, salah satu penyebab yang disampaikan manajer PLN Cabang Ternate. Dia terjadi krosi atau karatan di beberapa speacpart, akhirnya bermasalah. Berarti disimpulkan masalah ada di mantenes, karena dia (PLN) ternyata bukan hanya punya satu mesin yang beroperasi, tapi memang ada tiga yang dicadangkan.
“Kalau memang ada yang dicadangkan, pada saat terjadi gangguan salah satu maka salah satu bisa diganti. Tapi sekarang dua- dua mesin produksi strom itu sudah mati. Sehingga teman-temam komisi I dan Komisi II DPRD menilai mati lampu PLN di Batang Dua terlalu lama, kenapa bisa terjadi dan dibiarkan begitu ,” ujarnya.
Menurut politisi partai Golkar ini, mesin rusa k dan tak bisa beroperasi, itu yang disesali. Bisa dimaklumi tetapi dalam jangka waktu lama, sebagai wakil rakyat tidak mungkin didiamkan. “Kita harus minta penjelasan PLN, kenapa bisa terjadi seperti itu, dia bu kan punya satu mesin tunggal, tapi ada be berapa mesin yang dicadangkan,” jelasnya.
Masalah yang kedua terkait relokasi bangunan kantor PLN yang sekarang. Lahan baru sudah disediakan oleh pemerintah kota, namun sampai saat ini belum dibangun kantor PLN yang baru. Karena efisiensi, menurut Amin, efisensi ini sangat mempengaruhi sehingga pembangunan kantor PLN yang baru belum bisa dibangun.
“Kami memberikan saran dan masukan, agar pak Wali Kota dan Camat menyurat kepada Divisi Pembangunan gedung kantor PLN melalui PLN Cabang Ternate, agar mereka dapat membantu bangun kantor PLN Ranti ng Batang Dua yang baru. Yang boleh bangun gedung PLN bagian Divisi Pembangunan di Pulau Jawa,” pungkasnya. (**)
