Penerapan Teknologi Berbasis Digital

Tauhid: Banyak PR Harus Cepat Dituntaskan

Kota Ternate279 Dilihat

TERNATE,Tbn- Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman sebut, penerapan teknologi berbasis digital, yang merupakan salah satu strategi yang akan dioptimalkan, dan dijadikan dasar dalam penentuan keputusan dan kebijakan serta langkah strategis untuk Perencanaan Pembangunan, Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah di Kota Ternate.

Sehingga dapat meningkatkan transparansi, fungsi kontrol dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan, dalam rangka penerapan good governance, sekaligus mendorong digitalisasi di seluruh sektor government.

“Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai representasi otonomi daerah menunjukkan kemampuan suatu daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya
sendiri, oleh karena itu pengoptimalan PAD akan menunjang pembangunan daerah yang pembiayaan nya bersumber dari PAD,” katanya, Kamis (6/3/2025).

Sebagai pendukung peningkatan PAD, akui Tauhid, APBD Kota Ternate telah mampu mendorong pening katan pada beberapa indikator ekonomi makro berdasarkan 17 (Tujuh belas) Katagori Lapangan Usaha PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kota Ternate.

Nilai PDRB ADHB yang tercipta di Kota Ternate pada tahun 2024 mencapai 15,21 Triliun Rupiah naik 11,83 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 13,60 Triliun Rupiah. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi juga merupakan indikator dinamis yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja perekonomian di suatu wilayah dari waktu ke waktu.

“Dan alhamdulillah pada tahun 2024, Pertumbuhan ekonomi Kota Ternate mencapai 8,83 Persen di
tahun 2024, atau terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu 5,00 persen,” ujarnya.

Wali Kota Tauhid bilang, banyak pekerjaan rumah (PR) untuk Kota Ternate yang harus cepat
dituntaskan, seperti masalah Pendidikan, Kesehatan, Penanganan Sampah Perkotaan dan Air Bersih. Sinkronisasi kebijakan Pusat dan Daerah, Pemerataan akses

pendidikan dan kesehatan, Penambahan armada dan sarana
pendukung lainnya serta pola pengelolaan manajemen yang
baik, diharapkan menjadi solusi yang tepat dan cepat dalam
menjawab permasalahan di atas.

“Sampah menjadi fokus utama
yang harus diperhatikan, dengan kolaborasi yang dibangun, melalui penanganan dan pengelolaan sam pah yang responsif berbasis partisi patif dari tingkat RT-RW, kelurahan hingga kecamatan,” katanya.

Tauhid mengatakan, untuk penguatan ekonomi lokal dalam mendukung kebijakan pangan nasional, Kerjasama Antar Daerah adalah kunci bagaimana keterlibatan Kabupaten kota di Maluku Utara, dapat dijadikan sebagai hinterland atau penyangga sekaligus sebagai instrumen pembangkit ekonomi.

“Dalam upaya penyediaan berbagai bahan baku atau komoditas unggulan, dan sekaligus sebagai jawaban atas terjadinya inflasi di Kota Ternate, yang pada tahun 2024 sebesar 1,66 persen menurun 2,75 persen dari tahun 2023,” tambahnya.

Untuk membantu pertumbuhan dan geliat ekonomi, menurut Wali Kota, ada beberapa instrumen penggerak yang akan menjadi pijakan dalam mengawali langkah kerja kami, konsep kota kreatif adalah bagai mana memberikan peran kepada pelaku UMKM, IKM dan Ekonomi Kreatif, untuk mengisi pembangunan penguatan ekonomi kedepan, sehingga pentingnya konsep Hexa Helix, antara pemerintah, swasta, akademisi, media dan masyarakat serta agregrator lainnya.

Juga bertujuan untuk mendukung secara optimal program-program inklusi bagi penyandang disabilitas, sebagai bentuk pembangunan kualitas SDM untuk berpartisipasi penuh dalam dimensi spasial, sosial dan ekonomi tanpa adanya diskriminasi di Kota Ternate.

Kota Ternate telah dikenal sebagai Kota Kreatif, tempat berkumpulnya anak-anak inovatif yang membuka peluang di tengah kesulitan, untuk itu kita akan memperbanyak creative hub dan co-working space, agar anak-anak muda di Kota
Ternate memiliki daya saing dan UMKM dapat naik kelas melalui pemanfaatan teknologi, konsep kolaborasi adalah kata kunci penguatan ekonomi kedepan, yang tujuan dari kesemuanya itu adalah untuk memperkuat City Branding Ternate sebagai Kota Rempah.

“Sehingga, optimalisasi capaian Program Kegiatan implementasi Visi-Misi Saya dan Pak Nasri Abubakar di periode ini, benar- benar harus bisa menjawab harapan dan kebutuhan masyarakat Kota Ternate, yang telah memilih kami,” katanya melanjutkan.

Implementasi dari harapan-harapan tersebut, akan dituangkan ke dalam dokumen RPJMD Kota Ternate Tahun 2025-2029, yang finalisasi penyusunannya akan segera dirampungkan, setelah rancangan teknokratiknya sudah
disusun terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *