TERNATE – Ketua Komisi II bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Kota Ternate, Farijal S. Teng mengkomparasikan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Ternate selama satu tahun, dari tahun 2024 ke tahun 2025.
“Saya komparasikan realisasi PAD 2025 Semester 1 Triwulan 1 dan 2, dari Januari s/d 30 Juni 2025 dengan Realisasi PAD Semester 1 triwulan 1 dan 2 tahun 2024,” jelasnya, di gedung parlemen Ternate, Jumat petang (11/7/2025).
Farijal sebut, untuk target Pajak daerah tahun 2024 senilai Rp 81.000.000.000 dan realisasi Rp 37.771.314.114. Sedangkan untuk target pajak daerah tahun 2025 senilai Rp. 88.818.000.000 dan realisasi Rp 46.281.786.010 mengalami kenaikan.
”Untuk objek PBB-P2 sangat potensial kami minta agar di lakukan Pemutahiran Kembali data potensinya tahun 2025 untuk target ke depan,” pinta politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu biasa disapa Ijal.
Sedangkan untuk target Retribusi Daerah tahun 2024 senilai Rp. 38. 560.000.000, realisasi senilai Rp 10.483.221.212. Untuk target retribusi tahun 2025 senilai Rp 38.800.000.000, realisasi Rp 9.629.803.088 (menurun).
Ijal bilang Retribusi Pelayanan Pasar Target Rp 200 juta, realisasi sudah Rp 198.945.600 atau hampir 100 persen. “Kita Dorong naik targetnya menjadi Rp 350 Juta karena realisasi di 2024 capai Rp 325 Juta melebihi target yang di tetapkan di tahun 2025.
Begitu pula Retribusi Pelayanan Parkir Tepi Jalan Umum. Realisasi nya Tidak mengalami kenaikan ber dasarkan data. Target Rp 5 miliar dan realisasi Rp 413.014.000 pada tahun 2025. Sedangkan tahun 2024 target Rp 6 miliar dan realisasi Rp 427.475.000 Juta di bulan Juni semester 1 Triwulan 2 Tahun 2024 lebih tinggi, selisih senilai Rp 14 Juta dengan realisasi saat ini.
Kondisi tersebut menunjukan target 2025 menurun di bandingkan 2024. “Ini perbandingan di bulan Juni tahun 2024 dengan realisasi saat ini yang menurun di bandingkan tahun 2024 bulan Juni, padahal saat itu belum di gunakan Digitalisa si untuk pungutan,” sambungnya.
Dan juga saat itu belum di lakukan pungutan parkir Tepi Jalan Umum di sekitar Stadion Gelora Kieraha saat pertandingan sepakbola. “Sekarang kan sudah di pungut di gelora, harusnya naik bukan menurun,” jelas Ijal.
Sementara untuk Retribusi Pelayan an Tempat Khusus Parkir tahun 2025 target Rp 1 miliar, realiasasi Rp 222.200.000 atau 22,2 persen kita bandingkan dengan tahun 2024 target yang sama Rp 1 miliar, reali sasinya di bulan Juni 2024 justru Rp 299.800.000 lebih tinggi dari realisasi saat ini, dan selisihnya Rp 77 Juta lebih tinggi 2024 bulan Juni. Itu artinya tidak ada progres kenaikan di OPD terkait saat ini.
“Untuk itu kami minta agar OPD pengelola PAD lebih fokus dan lebih optimal lagi. Yang terpenting penerapan digitalisasi sudah harus di lakukan secara holistik,dan diawasi secara maksimal. Dan data potensi juga secara simultan di lakukan perbaikan,” katanya.
Ijal berharap di bawah kepemimpinan Tauhid Soleman dan Nasri Abubakar agar dapat menseriusi soal penataan dan pencapaian PAD, maka realisasi PAD pada semester 1 triwulan 1 dan 2 di OPD Pengelola PAD sudah bisa dijadikan dasar evaluasi. “Agar ke depan pencapaian PAD kita jauh lebih baik lagi dan dapat mewujudkan kemandirian fiskal kita,” pungkasnya. (***)
