Bantu Pemkot Penanganan Inflasi, Ikram: Cabe Penyumbang Inflasi di Kota Ternate

Ekonomi143 Dilihat

TERNATE – Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Provinsi Maluku Utara bakal menjadi ujung tombak untuk membantu Pemerintah kota (Pemkot) Ternate dalam penanganan inflasi di Kota Ternate.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Kosgoro Provinsi Maluku Utara, Ikram Malan Sangaji, yang juga Bupati Halmahera Tengah, saat pengurus PDK Kosgoro 1957 Kota Ternate periode 2025- 2030 dilantik, Sabtu (19/7/2025).

“Saya setelah masuk disini semang at luar biasa, karena tita Kosgoro ini sudah mulai berubah. Biasanya orang masuk di Kosgoro punya pemikiran pragmatis bahwa, akan masuk ke Golkar DPD I atau DPD II,” katanya.

Sekarang ini, lanjut Ikram Sangaji, ia membawa Kosgoro ke ekonomi kerakyatan. “Pak sekretaris, pak Sekkot, mohon dibantu karena nanti kita serahkan ke Kota Ternate. Untuk sementara di PDK Provinsi dulu ya,” ungkapnya.

Ikram bilang, cabe ini salah satu bahan yang memberi kontribusi (penyumbang) inflasi di Kota Ternate. “Kami sudah punya Koperasi Kosgoro ini yang akan menyangga atau pasok cabe di Kota Ternate,” tuturnya.

Bupati Halteng itu sebut, Pak Sekot dan pak Amin Subuh dan teman- teman pengurus PDK Kota Ternate bersama-sama Kosgoro untuk bergerak menurun kan Rica atau Cabe atau Cili itu sebagai sumber pangan inflasi di Kota Ternate.

Ikram menyampaikan, pihaknya tidak mau mencampuri urusan Pemerintah Kota Ternate, tapi Kosgoro adalah soko guru ekonomi kerakyatan, dan Senin, 21 Juli 2025 Presiden Prabowo Lauching Koperasi Merah Putih.

Alhamdulillah, dirinya menyebutkan bahwa, evaluasi tadi dilakukan dan dari 800-an Koperasi Merah Putih, Koperasi Wairoro Indah di Kabupa ten Halmahera Tengah, merupakan Koperasi Terbaik Ketiga.

“Untung Koperasi Kosgoro tidak bisa jadi Koperasi Merah Putih. Kalau jadi Koperasi Merah Putih, Koperasi Kosgoro yang menang,” kelakar Ikram Sangaji disambut tawa para hadirin.

Ikram kembali mengingatkan pada teman-teman Kosgoro bahwa, kare na ruang lingkup torang, Ekonomi Kerakyatan. “Torang pro ekonomi kerakyatan. Isu Sofifi begini teman- teman Kosgoro cuma bisa melihat dan menikmati,” ujarnya.

Kosgoro fokus ekonomi kerakyatan, menurut Ikram, Pasar di Ternate sama dengan Pasar di Weda. Pasar di Weda dikuasai Gorontalo dan pasar disini (Ternate) juga dikuasai Gorontalo. Hal ini bisa dilakukan pasokan bahan pangan jenis cabe.

“Kami bisa lakukan itu, sehingga cabe di Weda bisa kita stabilkan. Kami Koperasi Kosgoro bisa men jadi suplayer, penyedia, penyangga stok cabe di Kota Ternate. Kemudi an secara perlahan kita akan menuju ke Weda Tengah,” ucapnya.

Ia mengingatkan, torang ini ingin bangun suatu kekuatan ekonomi melalui Kosgoro, bukan torang berhimpun di Kosgoro untuk melawan suatu kekuasaan secara politik. “Dengan cara ekonomi, saya sudah bikin, karena saya perhatian ekonomi saya jadi Bupati,” jelasnya.

Dengan urus ekonomi kerakyatan, menurut Ikram, maka Allah akan bantu torang semua, karena yang torang lakukan adalah memperpanjang, dan menjaga kehidupan masyarakat. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *