Penyakit TBC di Maluku Utara Mencapai 1.486 Kasus

Kesehatan714 Dilihat

TERNATE –  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara M. Isya Tauda mengatakan penyakit Tuberkulosis (TBC) ini sudah termasuk dalam program kesepakatan presiden RI Prabowo Subianto.

“Jadi salah satu targetnya untuk program ini yaitu selama 2029 mulai hari ini harusnya sudah menurun 50 persen”, kata M. Isya Yauda di sela-sela kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI di Sekolah Rakyat, Kamis (31/7/2025).

Menurutnya, untuk Maluku Utara yang sudah terverifikasi yaitu ada 1.486 kasus TBC jadi tahun ini sementara ada tahap untuk pengobatan. Langkah-langkah yang perlu kita ambil yaitu yang pertama kita perlu sampaikan kepada kabupaten/kota lewat pelaksana puskesmas agar melakukan penentuan kasus di masyarakat.

Tentunya kasus ini kita temukan maka kita akan melakukan namanya pengobatan, cukup lama untuk melakukan pengobatan ini sekitar 1 tahun jangan samapi orang itu terputus obat jika terputus obat tentu kuman nya akan bangkit lagi.

Jadi harus melakukan pengawasan obat siapa yang bisa melakukan pengawasan obat bisa dari keluarga sendiri yang harus di lakukan ketat harus ada pendamping bisa dari RT atau Kader dapat mengingat terus jangan sampai telat berobat”, katanya

Kemudian, lanjut dia kita juga tetap melakukan upaya untuk kes klinik untuk kasus ini, sehingga kasus ini begitu kita dapat kita obati kemudian kita lakukan pengawasan obat yang dengan sendirinya, kita upayakan bahwa kasus ini akan bisa hilang.

Untuk kasus-kasus penyakit ini adalah penyakit yang terabaikan rata-rata penyakit ini muncul pada wilayah-wilayah yang masyarakatnya status sosialnya rendah di pengaruhi oleh tempat tinggal, lingkungan umum, rumah-rumah yang tidak punya ventilasi.

Jadi untuk pengawasan ini harus di lakukan secara multi sektor jadi kesehatan harus dibutuhkan jadi kondisi kesehatan nya juga bagus, gizinya bagus, rumahnya juga bagus, pengetahuan juga bagus tentunya penyakit ini tidak akan ada. Indonesia ini kalau tidak salah nomor 2 setelah india makanya program prabowo tentang percepatan ini ingin menurunkan kasus kementrian itu besar.

Dia menambahkan sejauh ini ada kendala apa untuk pencegahan Penyakit TBC ini jadi untuk yang pertama kita upayakan pelaksanaan eksekusi terhadap program ini adalah puskesmas itu sudah di bantu oleh personal kesehatan kadang juga terkendala oleh pemahaman masyarakat jika batuk sudah 2 minggu harus lapor sehingga dia bisa mendapatkan pengobatan atau kah memang petugas kita sendiri yang belum efektif dalam lapangan. “Saya sudah sampaikan kepada wagub, kita ada tim untuk percepatan penyembuhan nanti setelah Desember 2025 tapi untuk sementara di revisi untuk kerja sama untuk kesehatan tidak bisa dijalankan sendiri di ikuti dengan sektor terkait tampa itu kita bisa menjalankan semuanya”, tambahnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *