TERNATE-Pemerintah kota (Pemkot) Ternate telah mengusulkan sejumlah prog ram dan kegiatan tahun 2026 kepada 21 Kementrian/Lem baga senilai Rp.429,82 miliar. Usulan itu karena berkurang dana TKD dan keterbatasan fiskal daerah.
“Harapan kita apa yang kami usul kan itu bisa terfasilitasi. Karena di retret hari kelima itu yang diminta oleh penyelenggara bahwa pemerintah provinsi, kabupaten kota agar mengisi fom itu,” kata Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly, Selasa (25/11/2025).
Fom itu, lanjutnya, setelah memenuhi belanja minimum, listrik, air, honor, gaji, dan lain-lain. Disitu ada infrastruktur lainnya. Kami usul ke Kemenpraek, Kementrian Ekonomi Kreatif, Kemenperindag dan Kemen trian lain-lain itu ratusan milyar.
“Saya tidak tahu nilai klopnya berapa, tapi itu ratusan milyar. Dan paling tidak, ini yang kita mau lihat apa yang dibikin pemerintah pusat ke daerah setelah itu kita usulkan. Sabang sampai Merauke punya harapan yang sama untuk usulan- usulan ini terpenuhi,” ujar dia.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Ternate, Junaidi A. Bahrudin menyampaikan pandangan bahwa, ikhtiar Pemerintah kota yang patut diapresiasi. Dengan kondisi fiskal yang sangat terbatas, memang harus ada alternatif lain yang secara regulasi dibenarkan.
“Saya kira pemerintah punya akses, punya kemampuan untuk melaku kan itu. DPRD berharap ada perubahan kebijakan nasional, untuk menambah porsi alokasi TKD ke pemerintah daerah, termasuk Kota Ternate di pertengahan tahun anggaran itu berjalan,” katanya.
Junaidi mengatakan, secara administrasi pemerintah kota Ternate sudah menyiapkan, kalau secara administrasi sudah siap. Jadi misalnya dasar usulan program yang disampaikan itu semuanya termuat di RKPD dan juga termuat KUA-PPAS.
“Sehingga itu jadi dasar tiba-tiba di eksekusi oleh pemerintah pusat, saya kira tidak menabrak aturan karena dasarnya ada, yaitu RKPD maupun KUA-PPAS. Jadi wajar kita pasti memberikan suport ke pemerintah,” pungkasnya. (**)
