Banjir dan Rekrut Karyawan, Sartini: Reses tak ada Uang Duduk

Kota Ternate294 Dilihat

TERNATE – Anggota DPRD Kota Ter nate daerah pemilihan (dapil) IV- Ternate Utara, Sartini Hanafi, SH melaksanakan reses masa sidang I tahun 2025-2026 di kelurahan Sangaji Utara, kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat.

Warga yang berbondong-bondong mendatangi lokasi reses yang terletak di RT 3 kelurahan Sangaji Utara, mereka ingin menyampaikan aspira si agar ibu dewan dapat memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan dan harapan konstituennya.

Sartini Hanafi memberikan bantuan dana untuk kader posyandu.

Sartini Hanafi menyampaikan bahwa, reses yang dilaksanakan ini untuk menyerap aspirasi warga, karena memang di tahun 2025 itu banyak sekali persoalan yang terjadi di kelurahan Sangaji Utara, yang perlu mendapat perhatian.

“Kita memperhatikan persoalan-per soalan yang memang urgen harus ditindaklanjuti seperti persoalan banjir.Persoalan banjir di seputaran Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) ini sampai hari ini belum ada solusi,” katanya, Rabu sore (14/1/2026).

Sartini mengatakan, memang ada pembuatan dacker kemarin tapi belum menjadi solusi untuk pemecahan persoalan banjir. Karena hu jan kemarin banjir di kawasan SKB cukup besar. Ini harus menjadi per hatian termasuk drainase,” ujarnya.

Selain itu, lanjut politisi partai PDI- Perjuangan ini, warga juga menyampaikan CSR (Corporate Social Responsibility), karena di Sangaji Utara ini ada Kantor dan Mess Aneka Tambang serta Perumda Air Minum Ake Gaale.

“Dua perusahaan yang ada di Sang aji Utara ini ketika ada rekrutmen, warga bisa masuk menjadi bagian dari karyawan perusahaan tersebut. Ini akan kita sampaikan, kalau me mang bisa mekanisme seperti apa nanti kita bahas bersama pihak- pihak terkait dari Perumda Ake Gaale dan Aneka Tambang,” ujarnya.

Begitu pula pokir, Sartini bilang bahwa, ketika reses seperti ini ma syarakat menyampaikan aspirasi yang kemudian dituangkan dalam pokir. Tahun 2026 ini pemangkas an TKD cukup besar yaitu Rp 189 miliar.Pokir hampir semua tak ada.

“Kita mengundang warga seperti ini kita sampaikan kondisi yang terjadi sehingga tidak ada pemahaman bahwa, DPRD ini tidak melihat kepentingan masyarakat. Momen reses seperti ini ketika saya menyampaikan kepada warga agar bisa memaklumi terkait dengan kondisi pemerintah saat ini,” tuturnya.

Sartini juga menaruh perhatian terhadap kader posyandu karena posyandu untuk balita dan anak- anak di Sangaji Utara. Dengan ang garan begitu kecil, mereka menge luh dan ia memberi sedikit bantuan untuk kebutuhan posyandu.

Mereka juga meminta bangunan posyandu representatif dimana akti vitas setiap bulan saat ini pindah-pindah tempat. Saat ini pakai teras warga. Kalau hujan atau panas tak mampu tampung warga yang data ng bawah anaknya di posyandu.

“Permintaan untuk bangunan posyandu representatif. Ini sudah bebe rapa kali reses disampaikan tapi kami tetap menampung aspirasi itu. Ini harus kita bahas juga dan menjadi perhatian juga, tapi langsung ditindaklanjuti butuh pembahasan karena ini menyang kut lagi-lagi soal anggaran.

Selain itu, Sartini memberi pendidikan politik kepada konstituenya. “Saya mengajak warga Sangaji Utara bahwa reses ini tugas DPRD, ketika turun ke masyarakat, mendengar aspirasi dan menyerap aspirasi masyarakat,” lanjutnya.

Penyerahan bantuan infokus pada warga kelurahan Sangaji Utaram.

Ketika mendengar aspirasi masya rakat, benar-benar apa yang disampaikan anggota DPRD keterwakilan dari dapil IV, khusus Sangaji Utara. “Saya berharap bahwa di pikiran mereka ketika ada undangan tidak ada uang duduk yang nanti diberikan ibu Tini disana,” katanya.

Ia menegaskan bahwa, dirinya ingin menghilangkan mindset dari warga, sehingga apa yang disampaikan kepada saya itu benar benar saya perjuangkan. Kalau misalnya setiap kehadiran itu hanya iming iming karena uang.

Aspirasi-aspirasi masyarakat itu bisa tergerus karena mereka hadir tujuan uang, tidak berpikir kalau tidak bikin ini tidak ada masalah, yang penting kita dapat uang sekali pun uang itu kecil jumlahnya yaitu Rp.50 ribu atau Rp 100 ribu. Tapi dalam jumlah warga yang banyak yang nantinya kesan kita main-main uang terus. Kita ingin menghilang kan mindset masyarakat politik seperti ini.

“Saya ingin menunjukan kepada masyarakat saya hadir karena pilihan mereka. Ketika saya hadir untuk ber sama mereka adalah bagaimana sebagai pemecah persoalan yang terjadi di lingkungan Sangaji Utara ini, sehingga tidak ada lagi reses itu ada uang,” tegasnya.

Di akhir reses, Sartini memberikan bantuan tiga unit infokus, dan memberi sedikit bantuan untuk kader posyandu dalam memberikan pelayanan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *