DPRD Ternate Sambangi Keluarga Korban di Kalumata Butuh Sentuhan Pemerintah

Kota Ternate235 Dilihat

TERNATE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi III bidang Pembangunan dan Kesra menyambangi satu keluarga korban kecelakaan di Kalumata Puncak, Ternate Selatan, yang butuh bantuan dan sentuhan dari pemerintah baik Dinas Sosial, Dinas Pendidikan maupun pihak lain.

“Kami mendapat laporan ada satu keluarga di Kalumata Puncak, yang kondisinya perlu mendapat sentuhan secara sosial dan ekonomi,” kata Anggota DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif, pada wartawan komisi III menemui keluarga itu, Kamis (29/1/2026).

Nella biasa disapa mengatakan bahwa, Narasi dalam penyampaian aspirasi masyarakat itu lokasinya di belakang kantor DPRD Kota Ternate. “Kebetulan sete la ah rapat pansus I terkait dengan RTRW dan BPRS, kami langsung berkoordinasi dengan komisi III,” lanjutnya.

Karena dalam laporan itu, menurut Nella, kondisi sosial dan sakit dari anak tersebut, pihaknya langsung turun melihat, ternyata kondisinya seperti teman-teman wartawan juga lihat dan saksikan sendiri.

“Supaya bisa mencari solusi, inisiatif Pimpin an dan Anggota komisi III untuk berkoordi nasi dengan mitra di antaranya Dinas Kesehatan Ternate karena informasinya sakit karena penyebab kecelakaan, Dinas Sosial Kota Ternate dan Provinsi termasuk Dinas Pendidikan Ternate,” sambungnya.

Karena anak ini (Julfikra La Ode) sudah putus sekolah selama 4 bulan karena tidak bisa lagi akses sekolah karena kondisi kaki patah tulang dan kondisi kakinya mulai mengecil butuh penanganan medis.

Sedangkan adiknya, yang bernama Herman La Ode yang kelas 3 SD yang sekolah di pesanten Hidayatullah (pulang pergi). Dari hasil investigasi pimpinan, anggota komisi III dan mitra, kata Nella, memutuskan bagaimana kedua anak pak Usman La Ode ini, karena istri atau ibu kedua anak itu sudah meninggal, sedangkan ayah mereka fokus mencari nafkah, sementara anaknya tidak bisa terurus secara maksimal.

“Maka dari itu inisiatif kami kedua anak itu masuk di Sekolah Rakyat. Sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan. Cuma ada sedikit kendala karena anak yang putus sekolah bernama Julfikra La Ode itu posisi di kelas 6 SD,” ujarnya.

Menurut Nella, ada arahan bahwa ketika anak berada di kelas 6, admintrasi dapodik nya nanti cenderung lebih sulit. “Tapi kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidi kan, nanti Dinas Pendidikan akan berkoor dinasi denga Kepala Sekolah Rakyat, untuk disegerakan agar meski pun dapodik masih di sekolah asal, tapi anaknya juga tetap men dapat pelayanan di sekolah rakyat,” tuturnya.

Sesuai komitmen Dinas Sosial, kata Nella, besok mereka turun berkoordinasi secara admistratif. “Insya Allah, tidak ada halangan anaknya sudah dipindahkan di Sekolah Rak yat. Dan, bantuan sembako akan diserah kan beberapa mitra,” tambahnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *