TERNATE – Penataan depan Pasar Higenis dan Terminal, di kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, sudah mengalami sedikit perubahan masih perlu ditingkat lagi. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Perhubungan didorong untuk mengembalikan fungsi terminal dan pasar.
Pelataran pasar higenis diupayakan tertib kan agar lokasi tersebut dapat difungsikan menjadi lahan parkir. Jika lokasi itu sudah kosong, tempatkan personil dan mengatur sebagai lahan parkir. Bila lokasi tersebut terisi, pedagang tidak terangsang lagi keluar berjualan disitu.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate, M. Saiful Arsjad mengatakan bahwa, itu sudah menjadi atensi pak Wali Kota, pak Wakil Wali Kota dan pak Sekda. Penataan dalam bentuk kerja bakti dan gotong royong oleh gabungan OPD sudah dilakukan pada Kamis (29/1/2026).
“Kita sudah lakukan hal itu, namun belum maksimal. Mengapa belum maksimal, saya contohkan penjual pisang, mereka itu memiliki tempat di dalam, akan tetapi mereka pun beralasan,” katanya, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/2/2026).
Alasan pertama, bocor dan terlalu tertutup. Mereka agak kesulitan dalam penjualan atau pembeli tidak terlalu banyak yang masuk ke dalam. Kedua, ada juga penjual pisang yang ada disisi kiri dan kanan Pasar Higenis serta dipojok samping Pasar Barito.
“Kondisi tersebut Ikut juga berpengaruh kalau mereka didalam, yang disisi-sisi ini masih diluar, maka sudah pasti mereka yang di dalam minim pembeli, itu juga menjadi pertimbangan,” ujarnya.
Khusus di pelataran parkiran pasar higenis rata-rata paling dominan penjual dari Ternate Barat. “Mereka berjualan paling lama jam 10.00 WIT sudah selesai. Karena mereka ini diluar, sehingga ikut juga mereka yang punya tempat didalam ikut ke luar,”sambung Saiful.
Ini yang diupayakan tertibkan sehingga lokasi itu difungsikan untuk lahan parkir. “Hanya saja kalau itu sudah kosong, kita (Disperindag) berharap Dinas Perhubungan tempatkan personil dan mengatur lokasi itu sebagai lahan parkirnya,” kata dia.
Sehingga, menurut Saiful, tidak kelihatan kosong dan pedagang tidak terangsang lagi keluar berjualan disitu. “Saya kira pengawas an dari waktu ke waktu itu penting. Kita punya petugas yang kita tempatkan disana bergilir dari jam 06.00 WIT (pagi) sampai 12.00 WIT dari jam 2.00 WIT sampai sore.
Mantan Kabag Humas Setda Kota Ternate mengatakan, harus diakui belum maksimal dilakukan. “Kita akan terus upayakan, terus benahi, terus menghimbau ke pedagang untuk bisa menempati tempat jualan yang sudah ada didalam,” pungkasnya. (**)

