Sofyan Ditunjuk Plt Ketua KONI Ternate, Fokus Pembinaan Atlet Menghadapi PON

Olahraga756 Dilihat

TERNATE,Tbn- Akhirnya Sofyan Bin Taher ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Ternate, menggantikan M. Gifari Bopeng yang dilayangkan mosi tidak percaya oleh anggota dan pengurus KONI.

Pergantian tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor : 12/KPTS/KONI-MU/IV/2024 Tentang Pengesahan Personalia Pelaksana Tugas Ketua Umum KONI Kota Ternate masa bakti 2024.

Dalam keterangan pers di Sekretariat KONI Kota Ternate, di Benteng Oranje Ternate, Kamis sore (25/4/2024) Sofyan menjelaskan, pihaknya menerima SK Plt dari KONI Provinsi Maluku Utara.

Sofyan menyampaikan bahwa, ada beberapa gejolak yang dirangkum, sehingga melahirkan mosi tidak percaya kepada Ketum KONI Kota Ternate sebelumnya, karena pengurus melihat Gifar setahun lebih ini belum mampu menjalankan roda organisasi olahraga. Olehnya itu, mereka bersepakat dibawa kedalam rapat.

“Kami menerima SK Plt dari KONI Provinsi hari ini pukul 15.00 WIT. Bahkan , beberapa kali rapat sudah kami lakukan yakni, rapat pimpinan harian menghadirikan ketua harian, wakil ketua, sekertaris dan bendahara. Kami lanjut lagi ke rapat kedua yaitu rapat koordinasi dan konsultasi, rapat koordinasi dan konsultasi meminta pendapat dari cabor yang hadir selaku anggota KONI,” lanjut dia.

Karena anggota KONI salah satunya adalah cabor, sedangkan pengurus KONI Kota Ternate merupakan anggota dari KONI Provinsi. Dan sudah menghasilkan keputusan secara bersama bahwa persoalan ini harus tindaklanjuti segera dalam bentuk penyataan bersama yaitu mosi tidak percaya.

Sofyan mengatakan, ini regulasi yang ada dalam organisasi, sehingga masalah kemunculan Plt ini tidak ada kepentingan apapun, karena seyogyanya turunnya Plt ini bukan untuk melanjutkan kepengurusan yang ada sampai periode berakhir. Tetapi, ia diberikan waktu enam bulan untuk melaksanakan musyawarah kota luar biasa.

“Musyawarah kota luar biasa ini kita memilih Ketum dengan segala konsekuensi yang ada, untuk menjalankan roda organisasi sampai tahun 2026, agar tak ada kevakuman dalam masa kepemimpinan tersebut,’’ ucap dia.

Pihaknya menganggap hubungan emosional Gifar dengan pengurus dan cabor cukup baik, hanya saja evaluasi perlu dilakukan seluruh pengurus, sehingga menghasilkan pernyataan mosi tidak percaya kepada Ketum sebelumnya.

Dan kemudian munculnya Plt ini kata dia, semua mendasari dari AD/ART, dimana AD/ART menyatakan ketika ketua itu berhalangan tetap, maka ada konsekuensi di dalam menjalan tugas ketua.

“Ini dibuktikan dengan koordinasi kami yang intens baik pengurus harian dan cabor maupun diajukan ke KONI Provinsi. Kami sudah melakukan pembahasan dengan pengurus harian KONI provinsi, itu sudah diarahkan, maka administrasi atau dokumen yang kami ajukan ke KONI Provinsi sudah lengkap dan hari ini KONI Malut mengangkat seorang Plt,’’ bebernya.

Ia kemudian menyampaikan bahwa,
pengangkatan Plt bukan serta merta karena suka atau tidak suka, tapi mekanisme AD/ART yang di kedepankan. “Tidak ada kepentingan apapun, ini murni karena internal organisasi, murni karena perjuangan terhadap dunia olahraga, karena setahun lebih kita belum melihat perkembangan sedikitpun, sehingga ini keputusan yang telah diambil merupakan keputusan bersama,’’ tuturnya.

Sofyan menyampaikan, kedepan ini ada Popda dan PON sekitar 7 cabor yang atletnya berada di Ternate, setelah dapat SK, pihaknya akan fokus pada penguatan pembinaan atlet menghadapi PON, meskipun ranah Provinsi, hanya saja pengurus punya tanggungjawab.

Sementara Sekretaris KONI Kota Ternate, Faujan A. Pinang menegaskan, pemberhentian Ketum KONI Ternate tidak ada tendensi apa-apa. Atau factor suka dan tidak suka, tetapi ini murni muncul dari anggota dan pengurus KONI Kota Ternate. Karena yang bersangkutan dinilai tidak mampu mengelola organisasi, sejauh ini sudah satu tahun masih stagnan.

“Cabor tidak menginginkan prestasi atlet di Kota Ternate turun stagnan terus, apalagi tahun ini kita hadapi Popda. Popda itu masyarakat tahu Kota Ternate peraih juara umum, begitu juga Porprov, Kota Ternate masih juara umum,” sambungnya menjelaskan.

Kalau misalnya kondisi ini kemudian anggota KONI membiarkan terus menerus berlarut-larut bisa saja factor itu terjadi. Faujan bilang, prestasi itu bisa menurun di Kota Ternate, tidak ada alasan lain dan tendensi apa-apa. “Kita di pengurus KONI menginginkan hal ini berjalan normal dan tidak berpengaruh pada atlet,” tandasnya. (wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *