Penerapan Digitalisasi di Sektor Retribusi Mendesak Dilakukan

Uncategorized385 Dilihat

TERNATE,Tbn- Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Pemkot Ternate, di sektor retribusi masih jauh dari target. Realisasi per 8 Mei baru 17,07 persen, atau Rp. 6. 825.122. 939 dari total target 2024 sebesar Rp. 38.560.000.000.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Nurdin I. Muhammad menyebutkan, retribusi sebetulnya sudah menjadi pekerjaan (PR) selama ini bagi Pemerintah kota (Pemkot) Ternate.

“Saya kira yang paling penting adalah bagaimana menata. Dalam perspektif modern saat ini kita sudah berbicara ke arah digitalisasi,” kata Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unkhair itu.

Tagih menggunakan sistem manual Sistem manual, Akademisi Unkhair mengatakan, itu bisa mengurangi lost potensi akibat ada praktek- praktek yang dilakukan oleh oknum. “Problemnya selama ini kan disitu saja,” jelasnya.

Sayang sekali karena menurut Nur din potensi retribusi sangat besar. Kalau realiasasi tak capai maka harus ada yang dibena hi secara serius oleh Pemkot Ternate. Yaitu pada aspek teknis misalnya pene rapan digitalisasi di sektor retribusi ini harus mendesak dilakukan.

“Ini harus dilakukan. Karena kalau tidak maka publik akan mencurigai bahwa ada oknum yang sengaja menskenariokan agar margin dari pendapatan itu bisa masuk ke oknum-oknum tertentu,” sambungnya menjelaskan.

Belum lagi pada momentum Pilkada ini bukan tidak mungkin akan sinyalir ke hal-hal politik. Menurut dia, harus segara dibenahi karena sudah terlalu lama kita berada di posisi yang dirugikan. Pemkot rugi karena masih pakai karcis manual.

“Padahal zaman sudah modern. Itu sumber masalah kita kenapa realisasi tidak tercapai karena losses nya ada disitu waktu ke waktu. Kalau ini bisa diatasi saya kira triwulan kedepan target bisa dipenuhi dari sektor retribusi,” tandasnya. (wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *