TERNATE, Tbn- Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate, Mochtar Hasyim satu dari tiga pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Ternate yang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XIII Tahun 2024 Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebagai salah satu syarat kelulusan pada PKN Tingkat II, Mochtar selaku peserta Diklat harus menyelesaikan tugas Proyek Perubahan (Proper) atau inovasi. Proper ini diharapkan, dapat meningkatkan pelayanan melalui transformasi digital Pemerintah Smart Servis, dengan memanfaatan teknologi informasi dan digitalisasi.
Reformer Mochtar mengatakan, inovasi “Si Batagi” memiliki dua tujuan utama implementasi, pertama kebijakan organisasi Dishub Kota Ternate dan juga meningkatkan pelayanan melalui Transformasi Digital Pemerintah Smart Service, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan digitalisasi.
“Lewat ‘Si Batagi’ Dinas Perhubungan (Dishub) akan memberdayakan para juru parkir (jukir) liar dengan memfasilitasi mereka untuk melakukan penagihan dengan sistem digital,” katanya, di Lantai III Kantor Wali Kota, Selasa sore (6/8/2024).
Mochtar meminta dukungan semua pihak untuk mendukung proper “Si Batagi” untuk memaksimalkan pendapatan sekaligus memberdayakan jukir liar pada sejumlah lokasi yang memiliki potensi PAD. Bahkan, FGD yang dilakukan bertujuan untuk men dapatkan input dalam penerapan “Si Batagi” saat dilaunching.
Gayung pun bersambut, Satlantas Polres Ternate mendukung aksi perubahan Sinergitas Penertiban Retribusi Dengan Giat (Si Batagi) oleh Reformer Mochtar.
“Kita selalu mendukung apa yang menjadi terbaik untuk Ternate kedepan, problem kita selama di depan pasar higienis itu untuk lahan parkir,” jelas Kanit Kamsel Satlantas Polres Ternate, Abdul Rajak lewat Rapat Pembentukan Tim Kerja Eksternal dan Forum Grup Discussion (FGD) tersebut.
Dirinya menyampaikan, sebelum nya juga sudah disampaikan ke Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota dan forum FGD, dimana pihaknya sudah melakukan tiga kali pertemuan untuk membahas lahan parkir di depan pasar higienis, tetapi hingga sekarang belum ada kejelasannya kedepan.
“Dengan kegiatan ini kita sudah mulai terbuka, dan kita antisipasi lahan parkir yang terjadi di pasar higienis,” ungkapnya.
Sementara ditempat yang sama, Plh Wali Kota Ternate, Rizal Marsaoly mengatakan, semangat reformer mengangkat judul “Si Batagi” ini untuk mengoptimalkan retribusi parkir.
Sekda mengatakan, untuk proyek perubahan ini harus ada perubahan antara sebelum dan sesudah baik di Gamalama maupun di Bastiong. Bahkan, ada keterlibatan juru parkir yang didalamnya ada konsep sinergi dan kolaborasi. Sehingga optimalisasi ini harus segera dilakukan, karena selama ini parkiran itu bocor dan sudah bukan rahasia lagi.
Rizal berharap semua titik berpotensi bocor harus dihilangkan, jadi tinggal reformer ini punya rencana menganalisis dampak lalu lintas dalam waktu 5-10 tahun kedepan sesuai dengan RPJPD.
“Jangka panjang ini harus ada produk master plan yang dikhususkan pengelolaan parkiran yang sudah terkoneksi dengan sistem digitalisasi. Dengan adanya proper ini menjadi catatan bagi reformer untuk bisa melakukan perubahan. Ini merupakan satu hal yang menjadi urgen oleh Pemkot Ternate,” pungkasnya. (wis)
