Insentif Guru TK/PAUD Non PTT Miris Hilang dari Anggaran 2024.

Pendidikan484 Dilihat

TERNATE,Tbn- Kurang lebih 60 guru TK/PAUD yang bukan pegawai tidak tetap (SK PTT) baik di sekolah negeri maupun swasta di tahun 2024 ini, insentifnya yang senilai Rp 500 ribu/guru tidak terbayar.

Alasannya tidak terbayar sangat memprihatinkan hanya karena miskomunikasi antara bidang PNFI dengan bendahara pengeluaran atau persoalan internal.

Hal ini disayangkan oleh Nurlaela Syarif, Anggota DPRD Kota Ternate yang selalu peduli soal pendidikan. Menurutnya, hanya persoalan inter nal, soal siapa yang mengelola pem bayaranya apakah bendahara peng eluaran atau bidang PNFI, akhirnya miskomunikasi karena alasan dana ini melekat di bidang PAUD.

“Namun karena tidak berdasarkan fakta di lapangan, karena adanya verifikasi, dari hasil verifikasi ada banyak data ganda. Akhirnya guru-guru PAUD yang mengajar dengan tulus dan ikhlas harus jadi korban,” ujar Nurlaela yang biasa disapa Nella, Selasa (24/9/2024).

Dirinya sudah kroscek 2024 ini hampir pasti guru TK/PAUD pasti tidak dapat insentif padahal alokasi anggaran untuk berikan apresiasi kepada guru yang non PTT itu hanya total Rp 360 juta satu tahun anggaran. Minim sekali tapi bisa bahagikan para guru TK/PAUD yang bukan ASN bukan PTT, kasihan hanya dapat honor yayasan.

“Kami minta Dinas Pendidikan seriusi soal ini, persoalan pengelo laan anggarannya yang sifatnya internal jangan sampai pengaruhi hak-hak para Guru TK/PAUD, Karena kisruh internal maka di tahun 2024 tidak lagi dianggarkan karena tidak diusulkan oleh bidang PNFI yang di luar PTT insentif guru SK Kepsek,” pintanya.

Saran Nella, di tahun APBD 2025 diharap kan bidang PNFI yang mengelola, agar hak-hak guru bisa di peroleh. Insentif guru PAUD sebanyak kurang lebih 60 orang yang diusulkan pihak sekolah. Sebaiknya di buka rekening dibayar kan sesuai data rill lapangan.

Srikandi Nasdem itu menyampai kan bahwa, kalau total guru PAUD Negeri maupun Swasta non PTT itu berkisar 60 orang ini diharapkan menjadi perhatian serius, alokasi kan hanya minim hanya tidak sampai Rp 500 juta per tahun.

“Kami meminta ini jadi perhatian serius, karena pendidikan level TK PAUD ini sangat penting mengukur komitmen Pemkot Ternate terdapat pendidikan dan kecerdasan anak bangsa,” katanya. (wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *