Penanganan Sampah Harus Diikuti Sanksi yang Kuat

Kota Ternate498 Dilihat

TERNATE,Tbn- Penanganan sampah yang baik dimulai dari aturan yang mengatur sifat perilaku manusia dalam mengatasi masalah sampah tersebut. Bahkan perilaku manusia dalam membuang sampah pun perlu diatur.

“Masyarakat harus diikuti atau dipertegas dengan sanksi yang kuat, agar mengatur sifat perilaku mereka dalam mengatasi sampah,” kata Anggota DPRD Kota Ternate, Ade Rahmat Lamadihami, di kom pleks parlemen, Senin (11/11/2024).

Politisi NasDem ini mengatakan, sampah ini sebuah masalah klasik yang dari zaman dulu hingga sekarang tidak pernah habis selama manusia masih hidup, membeli barang maka sampah tidak akan terpisah dari kehidupan sehari-hari manusia.

“Kalau kita melihat pemerintah sam pai saat ini telah mengupayakan semaksimal mungkin hanya saja tidak ada yang sempurna, tidak ada sebuah kepemimpinan yang tuntas karena kembali ke masyarakat soal kesadaran,” ujarnya.

Di dalam agama sudah jelas, sebut Ade Rahmat, bahwa kebersihan itu sebagian daripada iman jadi biar pemerintah bagus tapi kembali ke masyarakat tidak taat maka yang ada hanya kegagalan. Makanya dalam Islam pun sudah mengikhtiarkan tentang itu.

“Sampah ini saya pernah bercerita langsung kepada petugas kebersihan bahwa saat momen politik saat ini penggiringan isu yang menjurus bahwa pemimpin itu gagal dalam mengatasi sampah. Padahal seharusnya bisa fokus ke petugas sam pah. Sementara mereka jawab bah wa mereka lakukan pekerjaan sesuai tugas dan tanggungjawab,” ucapnya.

Cuman, menurut Ade Rahmat, habis itu dibuang sampah baru berarti pola perilaku manusia yang bermasalah berarti harus ada sanksi. Sanksi berupa soft terapy atau penindakan tegas agar ada efek jera dan menjadi pembelajaran sehingga tidak mengulang. Pada dasarnya kedua pihak yang terlibat.

“Penanganan sampah yang ideal itu dimulai dari aturan yang mengatur sifat perilaku manusia itu dulu, jadi sebanyak apapun armada sampah yang disiapkan dan sehebat apa pun yang disiapkan tapi masyarakat tidak dipertegas dengan sanksi yang kuat maka itu percuma. Bukan seolah menyalah kan manusia tapi itu perilaku,” lanjutnya.

Dengan peraturan supaya patuh, berupa sanksi apabila melanggar.
Idealnya ada pembatasan waktu buang sampah. Sebagai contoh di Manado, ada peraturan bahwa sampah tidak boleh dibuang di tempat pembuangan sampah di jam jam tertentu. (wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *