TERNATE,Tbn- Pemerintah kota (Pemkot) Ternate wacanakan alih fungsi plaza gamalama modern (PGM) menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Wacana ini disoroti oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate.
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Ternate, Ir. Ridwan AR, ST, MT menyampaikan bahwa, Pemerintah kota harus bijak dalam pengalihan Plaza Gamalama menjadi Rumah Sakit (RS) harus dikaji betul agar jangan sampai salah sasaran dalam pemanfaatannya.
“Alih fungsi PGM menjadi RSUD
tersebut mestinya memperhatikan ruang parkir kendaraan, instalasi bangunan. Begitu banyak fasilitas kesehatan yang melekat pada rumah sakit itu sendiri,” katanya, saat ditemui, Selasa (15/4/2025).
Ketua DPD PAN Kota Ternate yang disapa Bang Ridho itu mengatakan, masalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) baik medis, belum lagi AMDAL-nya harus dikaji betul. Bukan diplot langsung jadi rumah sakit, ini harus kajian mendalam.
“Jadi tidak semata-mata plaza gamalama jadi rumah sakit, tanpa memperhatikan dampak. Masyarakat disitu banyak yang beraktivitas. Ini yang perlu pemerintah pikirkan. Sah-sah saja ketika itu demi kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Plaza Gamalama (dulu Pasar Gamalama) punya history bagaimana masyarakat beraktivitas dalam membangun usaha mereka dari situ. Area tersebut merupakan pusat keramaian, sehingga Pemkot harus pertimbangkan hal itu.
Niat baik pemerintah itu, menurut Bang Ridho, bagus. Artinya untuk masyarakat kota Ternate dan harta paling berharga itu kesehatan. “Tetapi jangan pemerintah ambil kesimpulan, ambil keputusan tanpa kajian dan perencanaan yang matang,” lanjutnya.
Itu yang perlu diperhatikan oleh pemerintah, apakah tepat sasaran kebijakan ini. “Jangan langsung mengklaim ini harus jadi rumah sakit. Harus ada kajian dari soal dampak yang akan di timbulkan sumber: apakah betul, apakah layak, apakah wajar,” sambungnya.
Ini harus dikaji dan direncanakan secara matang bilamana dialihfungsikan jadi rumah sakit, Mulai dari fasilitas penunjang harus direncanakan. Pengelolaan manajemen di dalam seperti apa.
“Kalau kita lihat plaza gamalama
ini kosong jadi butuh perbaikan, direhab lagi. Mulai dari instalasi di dalam seperti apa, ruangan pasien, ruangan nginap bagaimana. Ketika ini direhab jangan sampai biayanya lebih besar,” jelasnya.
Harapannya, kata Bang Ridho, pemerintah harus bijak dalam mengambil keputusan ini. “Jangan sampai masyarakat kota Ternate yang dirugikan. Karena pembangunan ini pakai uang rakyat,” tegasnya. (**)
