TERNATE,Tbn- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate melalui Komisi II rapat dengan pendapat (RDP) dengan OPD Pengelola Pendapatan. Agenda rapat ini: Evaluasi Potensi PAD dan Pengelolaan Keuangan Daerah.
“Kami ingin memastikan data potensi PAD dari level bawah sampai atas. Kita ingin lakukan sinergitas data baik OPD maupun Keuangan,” kata Ketua Komisi II DPRD Ternate, Farijal S. Teng, Rabu (23/4/2025).
Farijal mengatakan hal itu usai RDP dengan Kadisperindag Ternate, Kepala BP2RD, Kadis Pariwisata, Kepala BPKAD, Kadis Koperasi dan UKM, Direksi Perumda Air Minum Ake Gaale Ternate serta Bendahara Penerima masing- masing OPD.
“Ini langkah yang kami ambil untuk menutup ruang dalam beberapa tahun terakhir mengalami mis management sehingga penting untuk lakukan sinkronisasi data,” tutur politisi PKB itu.
Kedua, lanjut dia, pihaknya minta OPD masing masing presentasi potensi real di lapangan jadi tidak sekedar mengejar pendapatan tetapi potensi real menjadi rujukan DPRD saat melakukan pembahasan mengenai pembahasan anggaran.
“Selama ini kita tahu penetapan target PAD kadang tak berbanding dengan target belanja yang ditetap kan oleh pemerintah oleh karena itu dari data data itu tadi menjadi langkah bagi DPRD untuk mengam bil langkah kedepan,” ujarnya.
Pihaknya meminta OPD terkait dalam hal melakukan penda taan terkait aset aset yang ada di Kota Ternate karena ini tidak terlepas ketika berbicara mengenai potensi PAD masih banyak aset yang belum terdata.”Oleh karena itu kami men dorong Pemkot untuk melakukan inventarisir data data berkaitan dengan aset Pemkot,” ucapnya.
Rencananya setiap bulan di akhir atau awal bulan dilakukan RDP sebagai agenda rutin agar target pencapaian PAD bisa diketahui. Hari ini baru sekedar melakukan sinergitas data kedepan ada langkah lain. Intinya akan berlanjut.
Soal data dipresentasikan namun ada yang diserahkan dalam bentuk soft Copy nanti diserahkan dalam bentuk hard Copy. “Prinsipnya kami tekankan ke OPD terkait bahwa data itu penting dalam hal melaku kan pengawasan sehingga kami meminta data,” bebernya. (***)
