Warga Maliaro Minta Talud dan Saluran Air yang Hancur Diperbaiki

Kota Ternate431 Dilihat

TERNATE – Warga kelurahan Maliaro meminta pembuatan talud di RT 17, RT 10 dan RT 8 maupun saluran air yang sudah ancor dua tahun agar diperbaiki dan kaget dengan tumpu kan sampah yang menggunung dekat jembatan simpang lima.

Lurah Maliaro dan tokoh perempuan Melly Tan menyampaikan hal itu kepada wakil ketua II DPRD Ternate, Jamian Kolengsusu yang melaksanakan reses sekaligus masukkan tor baru DPC Gerindra Kota Ternate di BTN Maliaro. Sekretarian DPC Gerindra ini sebelumnya berada di kelurahan Kampung Pisang, Ternate Tengah.

Menanggapi hal itu, Jamian Kolengsusu mengatakan, reses ini merupa kan media untuk menyerap aspirasi masyarakat dan merekam apa yang menjadi kebutuhan warga untuk diperjuangkan ke Pemerintah kota (Pemkot) Ternate.

“Semua keluhan dan masukan masyarakat yang kita catat itu harus kita ambil sebagai tolak ukur kita untuk melaksanakan kegiatan- kegiatan kedepan nanti terutama dalam penyampaian kepada pemerintah kota,” katanya, Sabtu (17/5/2025).

Jamian menyampaikan bahwa, informasi masyarakat ini adalah informasi awal dalam rangka untuk melihat berbagai kekurangan dan kelemahan yang terjadi di lapangan yang berkaitan dengan kebijakan publik.

“Aspirasi masyarakat itu menjadi tolak untuk kami DPRD terutama saya akan memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan- kebijakan pemerintah terutama dalam kebijakan publik. Saya contohkan sampah,” ujarnya.

Sampah menumpuk disamping jembatan simpang lima, menurut Jamian, penyampaian itu langsung dari masyarakat, drainase rusak dan buat talud. “Ini menjadi masu kan, bahan untuk mengusulkan ke pemerintah dalam penanganan kebijakan publik kedepan,” lanjutnya.

Kalau tidak ada reses kita tidak tahu. Setelah ini menjadi masukan kemudian bahan untuk kita bisa me mutuskan langkah-langkah pemerintah dalam menangani kebijakan sampah, bangun talud maupun per baiki saluran yang rusak tersebut.

“Ini hal-hal yang butuh diselesaikan oleh pemerintah. Hasil reses mala m ini kita akan memberikan masukan dan penyampaian kepada pemerintah dalam penanganan pada tahun 2026 nanti,” tutur politisi Gerindra itu.

Momentum reses kali ini, Jamian mengatakan, pihaknya memberikan sosialisasi dan pemahaman dibentuk Koperasi Merah Putih di seluruh desa/kelurahan di Indonesia pada warga yang hadir dalam mengikuti reses pada malam itu.

Sebagai ketua DPC Gerindra Kota Ternate, Jamian instruksikan kepada anggota DPRD dari partai Gerindra bahwa setiap reses materi utama itu sampaikan Inpres nomor 9 tahun 2025 tentang Pembentukan Koperasi Merah Putih.

“Proses percepatan koperasi merah putih dibentuk tanggungjawab pemerintah dengan pendam pingan partai Gerindra demi percepatan terbentuk koperasi merah putih di seluruh kelurahan yang ada di Kota Ternate,” ungkapnya.

Koperasi merah putih salah satu program Asta Cita, Presiden Prabowo Subianto dalam rangka percepatan pertumbuhan perekonomian di desa dan kelurahan. “Kapan desa dan kelurahan sudah bisa dianggap maju, saya yakin negara ini pasti maju,” ucapnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *