Atap Pasar Bastiong Sering Bocor

Ekonomi, Kota Ternate273 Dilihat

TERNATE – Para pedagang mengeluh dan DPRD Kota Ternate, menyikapi atap pasar Bastiong yang bocor. Saat hujan dengan intensitas tinggi lantai 2 pasar itu tergenang air pun akan jatuh ke lantai dasar dan membasahi dagangan.

“Kalau pas hujan, mau tidak mau ya harus siap-siap selamatkan dagangan agar tidak basah,” ungkap Erna, salah satu pedagang barito dan sayur-sayuran, Minggu (25/5/2025).

Kondisi ini sebenarnya sudah berlangsung lama, namun para pedagang menyesalkan pengelola pasar kurang begitu memperhatikannya. Bahkan, mereka mengaku khawatir jika tidak ditangani.

“Sebenarnya khawatir kalau dibiarkan, tapi mau bagaimana lagi, kami tidak bisa berbuat banyak. Sudah sering menyampaikan ke pengelola, cuma belum ada respons saja,” kata Lasmi pedagang lainnya.

Pasar Bastiong digunakan pedagang pada tahun 2018 setelah dibangun 2017. Tak sampai setahun, atap pasar itu sudah bocor dan air tergenang di lantai 2. Perbaikan sempat dilaku kan Dinas PUPR Kota Ternate tapi hasilnya sama saja. Atap pasar itu kembali bocor walau tak separah sebelumnya.

Selang beberapa waktu kemudian kerusakan atap pasar itu bertambah parah. Dinas PUPR kembali memperbaiki dengan memasang talang, tapi kalau hujan deras kondisi tetap merembes karena debit air lebih besar.

“Atas pasar Bastiong bukan hari ini, tapi sudah sejak saya jadi anggota DPRD periode 2019-2024. Kala itu kami komisi II sudah turun pantau kondisi, termasuk melihat langsung dari dekat atap pasar yang bocor itu,” ujarnya, Sabtu (24/5/2025).

Menurut dia, salah satu masalah yang sampai hari ini belum terselesaikan karena bocornya itu bukan dari atapnya yang bocor tapi dari talang yang tak mampu tampung air sehingga air tergenang bahkan jatuh ke lantai dasar terkena jualan.

Atap bocor itu, tambah Jamian, tak hanya di lantai 2 pasar bastiong, juga terjadi di lantai 2 pasar higenis. Cuma disana ada orang yang menggunakan itu sehingga mereka mengambil langkah sendiri untuk bisa mengamankan jualan mereka. Ini berimbas ke retribusi lagi.

“Kalau mereka yang mengamankan sendiri–yang namanya masyarakat –kalau mereka mau bayar pajak atau retribusi mereka tetap meng hitung biaya perbaikan atap pasar higenis yang bocor itu,” tandasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *