Dibiarkan Begitu Korban Bencana Gambesi Tanpa Kepastian

Kota Ternate155 Dilihat

TERNATE – Pemerintah kota (Pemkot) Ternate biarkan begitu saja korban bencana alam pada 30 Maret 2025, atas nama Afrianto, warga RT 8 kelurahan Gambesi, kecamatan Ternate Selatan, men dapat respon DPRD Kota Ternate.

“Satu korban bencana alam ini dibiarkan begitu saja tanpa Kepastian,” kata Anggota DPRD Kota Ternate dapil Ternate Selatan- Moti, Muhammad Ghifari Bopeng, saat dihubungi, Kamis (29/5/2025).

Ghifari mengatakan, hal itu usai paripurna penandatanganan Nota Kesepahaman Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, Rabu (28/5/2025).

Menurut dia, point’ penting adalah bagaimana pemerintah menawar kan ke masyarakat, pemerintah ha dir untuk masyarakat dalam bentuk Ranwal RPJMD ini dengan segala macam pelayanan dasar, ketertiban umum dan lain sebagainnya.

Bahkan disitu juga terkait dengan bagaimana pemerintah dengan cepat dan tanggap dengan bencana alam. Ada satu korban bencana alam pada 29 -30 Maret 2025 di kelurahan Gambesi RT 8. Satu korban ini dibiarkan begitu saja tanpa Kepastian.

“Korban sudah di rujuk ke RSUD Hasan Boesoeri, empat hari kemudian dia diminta oleh dok ter ahli secepat dirujuk ke Makas sar. Karena di Ternate tidak ada dokter spesialis untuk penanganan terkait dengan kondisi pasien,” lanjutnya.

Tapi hampir dua bulan pasien ini tidak diberikan kepastian. Bahkan dinas kesehatan propinsi sudah coba untuk datangi kediaman korban, cuma persoalan bencana ini harus cepat ditangani pemerintah kota Ternate.

“Saya tegaskan bahwa, tidak ada sedikit pun pemerintah dalam hal melakukan komitmen dengan masyarakat untuk bisa menyelesai kan persoalan bencana ini. Dan kasihan sampai sekarang tidak ada kepastian,” ucapnya.

Yang lucu lagi, menurut Ghifari, pasien ini bisa berangkat karena dia sudah dapat bantuan dari Dinas Provinsi, dia disuruh untuk bagaimana menyampaikan bahwa ini bukan korban bencana, sehingga bisa dirujuk dan dibiayai BPJS.

“Ini kan sebenarnya memalukan buat kita. Komitmen pemerintah untuk bagaimana hadir ditengah- tengah masyarakat. Hari ini DPRD dan pemerintah menawarkan ke masyarakat 200 ribu lebih orang,” ungkap politisi partai NasDem itu.

Jaminan lima tahun kedepan, lanjut Ghifari, kita akan membuka pelayanan dasar, ketertiban umum dan lain sebagainya, tapi satu orang pun kita tidak mampu menyelesaikan korban bencana kemarin.

“Jadi ini menjadi tantangan buat kita, apakah lima tahun ini bisa menyelesaikan pelayanan dasar. Sedangkan satu orang pun hampir dua bulan kita tidak bisa menyelesaikan,” tuturnya.

Ghifari meminta ketegasan pemerintah agar tegas untuk cepat mengambil langkah yang namanya korban bencana cepat ditindaklanjuti dalam kondisi apapun. “Saya ber harap Pemkot Ternate punya komit men terhadap masyarakat, khusus nya korban bencana,” katanya.

Menurut dia, karena tidak ada lagi hal yang harus dipikir selain bagai mana melayani untuk masya rakat dalam kondisi apa pun. “Masyarakat itu adalah point tertinggi untuk kita pikirkan,” jelas Ghifari.

Terpisah Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly membenarkan apa yang disampai Ghifari korban bencana di Gambesi pada malam takbiran itu mengalami patah rahang.

“Saya sudah perintahkan Dinas Kesehatan mengecek korban karena sudah dibawah ke rumah sakit. Hanya saja korban secara medis tidak bisa ditangani disini, karena yang bersangkutan harus dirujuk ke Makassar,” katanya.

Begitu cek Dinas Sosial Ternate, menurut Rizal, katanya Dinas Sosial Provinsi menangani yang bersangkutan. Ini sebenarnya miskomunikasi tapi ia tidak mau bicara itu karena kalau memang disitu, kasihan pasien ini tidak bisa sembuh.

“Mungkin sebentar saya akan cek ke ibu dokter (Kadis Kesehatan Kota Ternate) untuk memastikan langkah-langkah apa yang nanti harus dilakukan untuk membantu pasien,” tandasnya. (wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *