TERNATE – Sebanyak 80 unit Koperasi Merah Putih yang sudah dibentuk di 78 kelurahan yang ada di Kota Ternate. Tinggal sisi administrasi yang dibawah ke Notaris yang ditunjuk oleh pemerintah dalam waktu dekat sudah bisa terealisasi.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Ternate, Jamian Kolengsusu menyampaikan hal itu saat ditanya perkembangan terakhir mengenai pembentukan koperasi merah putih (KMP) di kelurahan-kelurahan yang ada di 8 kecamatan sudah final.
“Kota Ternate terdapat 78 kelurahan plus ada tambahan 2 kelurahan pemekaran, masyarakat sudah bentuk karena ada aturan satu kelurahan kalau penduduknya melebihi 5.000 jiwa bisa bentuk dua koperasi,” katanya, Sabtu (7/6/2025).
Kelurahan Marikrubu dan kelurahan Maliaro yang terbentuk dua koperasi, karena Marikrubu dimekarkan menjadi dua kelurahan dan Maliaro dimekarkan menjadi dua kelurahan.
“Persiapan koperasi lebih dulu suda h disiapkan oleh Camat,” ujarnya.
Jadi, menurut Jamian, Kota Ternate sudah lengkap pendirian Koperasi Merah Putih, dengan jumlah 80 unit
akan ada di Kota Ternate. “Pembuatan akte notaris untuk koperasi konvensional sekitar Rp 7 juta, sedang kan KMP Rp 2,5 juta,” ucapnya.
Pembuatan akte notaris untuk Koperasi Merah Putih atau KMP bakal ditangani sekitar enam nota ris yang telah kerja sama dan ditunjuk oleh pemerintah dalam rangka penanganan akte notaris Koperasi Merah Putih.
“Ruang gerak koperasi merah putih kembali ke potensi yang ada di kelu rahan masing-masing. Juknis nya sudah ada. Kalau pun kemudian ada tambahan-tambahan, itu teknis nya sesuai potensi yang ada di lingkungan masing-masing,” katanya.
Jadi tidak terbatas pada juknis yang ada, kalau pun ada kegiatan- kegiatan yang ada juga berkaitan dengan pertumbuhan dan percepatan ekonomi di lingkungan sah-sah saja kalau koperasi merah putih mau jalan itu.
“Saya berharap kedepan kalau pe merintah bisa melihat potensi dari setiap koperasi apabila dia sudah mandiri dan bisa melaksanakan banyak hal yang berkaitan kemitraan dengan pemerintah apa salahnya kalau koperasi juga tangani.” Harapnya
Contoh penanganan sampah bisa saja kedepan, dikasih koperasi tangani penanganan sampah di kelurahan masing-masing. “Saya yakin ini juga salah satu kegiatan positif yang bisa membantu kinerja pemerintah dalam rangka penanganan sampah,” sambungnya.
Begitu pula pembayaran listrik, air, Wife dan lain sebagainya bisa ditangani koperasi. “Saya berharap koperasi merah putih ini satu lang kah positif dari pemerintah dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Louching, lanjut Jamian, awalnya diwacanakan bulan Juni. Bisa saja ada perubahan sesuai dengan proses pembentukan. Ada wacana lauching secara nasional pada 28 Oktober, bertepatan Hari Sumpah Pemuda. Itu pun tergantung perkembangan selanjutnya. (***)
