Harga Bawang Merah Naik Hampir 100 Persen

Ekonomi161 Dilihat

TERNATE – Harga rempah- rempah terutama bawang lebih khusus lagi harga bawang merah di pasaran Ternate naik dari sebelumnya Rp 45.000 per kg, belakangan ini harga bawang merah jadi Rp 80.000 per kg atau naik hampir 100 persen.

Wakil ketua II DPRD Kota Ternate, Jamian Kolengsusu mengatakan bahwa, kebutuhan pangan di Kota Ternate berkaitan dengan rempah- rempah jenis bawang merah mengalami kenaikan cukup mencolok hampir 100 persen.

“Kenaikan harga bawang merah yang cukup tinggi itu sudah tidak normatif lagi. Karena kota Ternate tidak punya lumbung bawang, rica dan tomat (barito),” katanya, di ruang Fraksi Gerindra DPRD Kota Ternate, Selasa (24/6/2025).

Kota Ternate, menurut Jamian, tidak punya stok bawang merah yang cukup. “Kita tergantung paso kan dari luar daerah penghasil seperti Mana do (Sulut), Enrekang (Sulsel), Bima (NTB) maupun Probolinggo (Jatim),” ujarnya.

Kenaikan harga itu, lanjut dia, kare na pengaruh alam maupun permai nan harga di tingkat distributor. “Pembeli tidak beli langsung dari petani penghasil (produsen) bawa ng, tapi dari tangan kedua, sehingga harga sudah naik,” jelas dia.

Jamian bilang, kondisi alam yang mungkin tidak menentu dalam sisi transportasi agak terhambat. Setiap kebutuhan, lanjutnya, apabila permintaan semakin banyak semen tara persediaan tipis atau terbatas, maka harganya bergerak naik.

Kondisi terbaru, menurut Jamian, hujan dan angin kencang merata di seluruh Indonesia. Kalau bawang misalnya, sangat sensitif dengan cuaca. Jadi mungkin hasil produksi menurun, sedangkan permintaan semakin besar.

“Karena kemarin ada kegiatan orang haji, lebaran Idul Adha, wisuda dan macam-macam, sehingga stok bawang merah di gudang menipis. Hal seperti ini merupakan moment tertentu yang membuat harga naik hampir dua kali lipat,” ucapnya.

Setiap momen itu, menurut Jamian, harus dihitung dan dikalkulasi secara matang. Kebutuhan seperti bawang merah yang meningkat harganya hampir 100 persen. Perse diaan bawang merah tidak ada di Kota Ternate, harus dipasok dari luar daerah.

“Ketersediaan bawang merah di Kota Ternate tergantung pasokan dan harga saat ini naik cukup men colok hanya sesaat,sehingga belum ada perhatian khusus dari pemerintah untuk bagaimana melakukan intervensi di pasaran,” tegasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *