Pedagang Pakaian dan Pedagang Kuliner Keluhkan Biaya Sewa Bulanan

Ekonomi132 Dilihat

TERNATE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate mela lui Komisi II bidang Perekonomian dan Keuangan menemukan pedagang pakaian dan pedagang kuliner Pandara Kananga mengeluhkan biaya sewa bulanan.

Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Farijal S.Teng, Minggu (29/6/2025) menyampaikan hal keluhan pedagang pakaian lantai 2 Pasar Higenis, Kieraha, dan pasar Barito.

“Kami telah RDPU untuk memfasili tasi pedagang dengan Dinas Perindag dan langsung mendengar kan keluhan mereka, namun sampai saat ini kami belum tau pasti perkembangannya seperti apa,” katanya.

Politisi PKB ini mengatakan, memang situasi pendapatan pedagang menurun drastis, ini dampak dari penataan pasar yang tidak baik, kemudian lajunya aktifitas pasar moderen berbasis online tidak mampu di imbangi oleh pedagang pakaian yang berada di pasar Gamalama.

Hal tersebut sangat mempengaruhi aktifitas jualan dan berefek pada pendapatan mereka, dan ini perlu di lakukan pendampingan oleh dinas terkait.

Apalagi dengan banyaknya fasilitas yang sudah mengalami kerusakan akibat minimnya perhatian pemkot Ternate, ini tentu sangat mempengaruhi keinginan pembeli untuk berkunjung ke Pasar Pakaian mereka.

“Di pasar Kieraha sendiri, pedagang merasa Tidak dapat di jangkau oleh pembeli dan sangat sepi, ini terjadi akibat Akses Jalan yg sudah Tidak memungkinkan karna di tempati pe dagang secara tidak teratur,” ujar Farijal.

Sedangkan di pasar higenis, fasilitas bangunan baik atap dan lainnya sudah mengalami kerusakan yang sangat parah, dan ini sangat mempengaruhi kunjungan pembeli ke lantai 2 pasar Higenis. Begitupun juga dengan pasar pakaian dan lainnya.

Kemudian, tambah Farijal yang biasa disapa Ijal, pedagang kawasan kuliner Pandara Kananga yang menyampaikan keluhan akibat sepinya pengunjung. Dan hal ini membuat mereka merasa sangat terbebani dengan sewa lapak/bulan sebesar Rp 800.000.

“Kami memantau dan berkunjung langsung, memang sangat sepi pengunjungnya, bahkan dalam sehari ada yg tidak mendapatkan pengunjung sama sekali. Ini akibat dari menu yg di sajikan di kawasan kuliner pandara kananga, adalah menu yang dapat di temukan di berbagai tempat di Kota Ternate,” ucapnya.

Olehnya itu, menurut Ijal, hal ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dalam hal penataan kawasan kuliner agar sajian menu bisa menarik pengunjung, sehingga Pendapatan pedagang juga bisa stabil kembali.

Untuk itu kami meminta agar pemerintah kota ternate dapat menyikapi hal ini. Agar hal ini segera di sikapi pemerintah kota ternate, maka disperindag kami minta agar dapat mengambil langkah.

Dan Kalaupun soal keputusan keringanan biaya sewa adalah domain Bpk walikota untuk memutuskan, maka disperindag berkoordinasi untuk di sampaikan kepada pak walikota agar dapat di bijaki terkait dengan tuntutan pedagang tersebut.

“Kami berharap agar Pemkot tidak hanya sekedar memungut Retribusi, tapi pemkot peduli terkait dengan fasilitas pasar dan juga harus berpikir bagaimana agar pedagang ini bisa berkembang,” katanya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *