Ternate Menuju Aceh, Dadang: Kesadaran Masyarakat Kunci Sukses Penanganan Sampah

Kota Ternate175 Dilihat

TERNATE-Ketua Umum Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi), Dadang Supriatna mengatakan bahwa, pelaksanaan City Sanitation Summait (CSS) ke-23 di Kota Ternate berjalan dengan lancar.

“Karena mulai dari kemarin, hari per tama, kita on the spot ke tempat- tempat wisata dan melihat tempat -tempat penanganan sampah, yang tentu ini merupakan keunikan ber beda dengan kabupaten kota yang lain,” katanya, Sabtu (30/8/2025).

Dadang mengatakan hal itu kepada wartawan, usai penutupan CSS ke- 23, ditandai penyerahan Pataka dari Wali Kota Ternate ke Ketua Umum Akkopsi, kemudian menyerahkan Pataka itu ke Pemkot Banda Aceh, tuan rumah CSS ke-24 di 2026.

Yang menarik di Kota Ternate, menurut Bupati Bandung ini, kesa daran masyarakat yang sudah terbiasa membersihkan sampah di lingkungannya. Kebiasaan ini sudah hampir luntur di kabupaten kota lainnya di Indonesia.

“Karena itu sebagus apa pun konsep sanitasi yang dilakukan bila tanpa kesadaran masyarakat dalam mengatasi masalah sampah di dae rah, itu tidak akan sukses,” tuturnya.

Dadang bilang, kesadaran masyarakat, bagaimana menyelesaikan persoalan sampah dan tentu sampah bisa di daur ulang dan bisa dimanfaatkan. Dari sampah ini bisa menjadikan uang.

“Bukan saja urusan sampah di Akkopsi, ada delapan komponen yang harus kita pahami secara bersama-sama. Dan di dalam CSS ini Alhamdulillah sudah ada beberapa keputusan,” katanya.

Pertama adalah kita sepakat untuk terus mengupayakan penanganan sanitasi dari semua komponen yang bisa diselesaikan di tiap-tiap wilayah atau daerah.

Kedua, mendorong dan meminta kepada Pemerintah Pusat melalui KLH, Bappenas, Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kemendagri sudah terkonfirmasi dan permohonan untuk diberikan DID ke daerah yang disiplin dalam penanganan sanitasi.

“Ini bagian dari Komitmen AKKOPSI yang kita sudah deklarasikan dan disepakati CSS ke-24 akan berlangsung tahun 2026 di Kota Banda Aceh. Sekaligus akan ada Musyawarah Nasional (Munas) AKKOPSI,” lanjutnya.

AHK nanti di Jayapura dan setelah melaksanakan deklarasi ini, Minggu depan kita akan sanding ke Bappenas, KLH, dan Kementrian terkait kaitan dengan implementasi dan bagaimana supaya penanganan sanitasi ini bisa selesaikan.

“Tetapi harus ada kolaborasi, ada pentahelix, kolaborasi pemerintah pusat, anggaran keberpihakan dan ada permintaan adanya DAK atau bantuan keuangan baik dari pemerintah pusat dan pemerintah provin si untuk penyelesaian persampahan, karena sampah ini menjadi masalah kita bersama,” jelasnya.

Akkopsi mendorong ikut menyukseskan program pak Presiden Prabowo dalam MBG dan Koperasi Desa Merah Putih. Kita sama-sama kawal dan tidak lepas dari kolaborasi karena didalam MBG masih ada menyisahkan sampah. Sampah organik seperti apa, maka ekosistem kita akan buat.

“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada pak Wali Kota Ternate yang sudah memfasilitasi pelaksanaan CSS ke-23 ini dengan sukses dan lancar.Mudah-mudahan kita selalu memberikan yang terbaik untuk masyarakat di daerahnya masing-masing masing,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *