CSS di Ternate Berakhir, Kesan Wakil Wali Kota Tual 

Kota Ternate258 Dilihat

TERNATE – Pelaksanaan City Sanitation Summait (CSS) ke-23 selama dua hari di Kota Ternate, yang sudah berakhir, memberikan kesan tersendiri bagi Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra saat ditemui di Bela Hotel Ternate.

“Luar biasa karena forum ini dilaku kan setiap tahun. Program yang dikemas dalam CSS ini dalam rangka pertukaran pengalaman dan pengetahuan terhadap kegiatan sanitasi,” nilai Amir Rumra, saat ditemui, Minggu (31/8/2025).

Penilaian Wakil Wali Kota itu, untuk mendorong advokasi promosi dalam kampanye pembangunan sanitasi daerah untuk mewujudkan visi Indonesia emas di tahun 2045.

“Karena memang kita bicara sanita si, kita bicara sampah. Situasi pasti terjadi dan sudah menjadi catatan dunia internasional persoalan persampahan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, menurut Amir, mudah-mudahan forum ini kita jadikan sehingga kreativitas masi ng-masing daerah dalam rangka bisa mengolah kembali persampahan, lingkungan hidup untuk mampu menjustifikasi terkait ketentuan, aturan Perda maupun yang lain.

“Sehingga kita bisa bicara daerah ramah kebersihan itu sangat penti ng. Aktivitas kegiatan daerah kita, ini saling tukar pikiran setiap tahun. Semua ini rata-rata kabupaten kota terbentuk dalam Akkopsi (Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi) terkait dengan itu,” sambungnya.

Sehingga informasi-informasi menarik yang diperoleh. Karena itu, kata Amir, Kepala Daerah dilibatkan karena berkaitan dengan police. Bicara menyangkut kebijakan daerah maupun bicara isu pariwisata, maka kebersihan tidak terlepas.

“Apalagi wilayah kita wilayah timur. Kondisi laut yang bersih dan indah, kalau sudah tercemar dengan sampah-sampah plastik, itu sangat tidak baik dengan kondisi yang ada di daerah kita,” papar orang nomor dua di Pemkot Tual ini.

Oleh karena itu, menurut Amir, mudah-mudah dalam pertukaran pikiran di antar daerah, termasuk belajar dari daerah yang lain, bagai mana kolaborasi antar kabupaten kota, ada wilayah yang kurang di daerah yang lain, kita bisa kerja sama, untuk saling menutupi.

“Itu hal penting terkait dengan situasi, sehingga mudah-mudahan informasi yang diperoleh dari CSS ke-23 ini untuk bisa diterapkan. Bagaimana pengolahan sampah di Kota Ternate, kita bisa terapkan disana (Kota Ternate,” katanya lagi.

Begitu juga daerah lain, menurut Amir Rumra, karena hampir kurang lebih 530 kabupaten kota yang ada. Ini forum yang sangat penting, informasi yang didapatkan untuk mampu bisa di implementasikan.

“Kalau dari aspek kebersihan, kota Tual Insya Allah, paling bersih dibanding daerah lain, tapi Ternate kota Tua memang unik dan menarik. Kota Tual kalau bicara bersih jauhlah. Mudah-mudahan ada kebijakan lain,” lanjutnya.

Tual wilayah pulau yang dalam bentuk pembuangan persampahan yang sistem dumping sehingga agak sulit disitu. Luas wilayah Kota Tual 19.088,29 Km² terdiri dari luas daratan 352,66 Km² (1,33 %) dan luas lautan 18.736 Km² (98,67%).

Terdapat 66 pulau dan dari jumlah itu, 13 pulau berpenghuni. Ibukota di Pulau Dullah, wilayah yang sem pit sangat penting penataan ruang wilayah yang kecil itu. Kota kecil yang ramah, pariwisata bagus, wisata bahari dan pesisirnya.

Masing-masih daerah punya keunifkan tersendiri. Panorama alam luar biasa, laut yang indah. Apalagi di wi layah timur. Jadi mudah-mudahan kita bisa kolaborasi informasi yang kita dapatkan dan implementasi di daerah kita masing-masing

Walau pun gejolak dengan kebijakan pemerintah pusat dengan refokusing, efisiensi anggaran. “Tapi kita harus dengan tanggungjawab kita bagaimana masyarakat hidup sehat. Itu penting, suatu iklim yang sehat maka persampahan itu bisa dike lola dengan baik,” kilahnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *