BPBD Tidore Terus Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana

Kota Tidore452 Dilihat

TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, khususnya hidrometeorologi yang ditandai dengan cuaca ekstrem dan sulit diprediksi dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar, menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, melainkan juga dalam kondisi normal.

“Kami selalu merujuk pada data dan peringatan dini dari BMKG. Setiap informasi terbaru selalu kami update dan sebar ke masyarakat melalui WhatsApp, media sosial, maupun jaringan informasi resmi BPBD,” jelas Abubakar.

Selain pemantauan harian, BPBD juga rutin melakukan edukasi kebencanaan. Sosialisasi dilakukan melalui mobil unit , dua armada BPBD, serta koordinasi lintas pulau untuk memastikan masyarakat lebih siap menghadapi ancaman banjir, longsor, maupun gelombang pasang.

Menurutnya, wilayah daratan Oba masih menjadi daerah rawan bencana, khususnya banjir dan longsor di Jalan Toe dan Oba Selatan. Beberapa waktu lalu, BPBD melakukan respon cepat di kawasan Lomaito dengan peralatan seadanya demi membuka kembali akses jalan utama yang tertutup longsor di tahun 2024 .

Tidak hanya di daratan, perhatian juga difokuskan pada masyarakat pesisir, terutama nelayan dan jasa transportasi laut. Cuaca ekstrem di perairan Maluku Utara kerap memunculkan ombak tinggi dan angin kencang yang mengancam keselamatan jiwa.

“Kadang-kadang masyarakat hanya berpikir soal hasil tangkapan. Tapi mereka lupa bahwa di laut ada ancaman besar. Pemerintah tidak hanya memberi edukasi, tapi juga memastikan kelengkapan keselamatan sebelum izin berlayar diterbitkan,” tegas Abubakar.

BPBD bersama instansi terkait rutin melakukan pengecekan perlengkapan keselamatan, mulai dari jaket pelampung hingga kelayakan mesin kapal. Bahkan, koordinasi dengan pihak sabandar dilakukan agar setiap armada hanya bisa mengantongi Surat Izin Berlayar (SIB) bila memenuhi standar keselamatan.

Pemerintah menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Masyarakat diminta untuk tidak memaksakan diri melaut atau bepergian apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.

Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, dalam beberapa kesempatan turut menegaskan kepada dinas teknis untuk selalu cepat tanggap merespon setiap keluhan dan laporan masyarakat terkait potensi maupun dampak bencana. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *