Ruas Jalan di Kelurahan Bobo, Kembali Tertutup Matrial Batu dan Tanah Akibat Hujan Deras

Kota Tidore582 Dilihat

TIDORE – Ruas jalan raya Rum-Soasio bertepatan di Rt 01 lingkungan Akesaragi, Kelurahan Bobo Kecamatan Tidore Utara kembali mengalami banjir, Selasa 23 September sekitar pukul 11:07 WIT.

Akibat banjir tersebut ruas jalan raya ditutupi material berupa tanah dan bebatuan sehingga aktivitas perjalanan kendaraan pengangkut berbagai komoditas terhambat.

Amatan wartawan media ini di lokasi tersebut, terlihat kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas di area tersebut akibat ruas jalan dipenuhi lumpur dan air bercampur material berupa tanah dengan ketebalan sekitar 30 CM

Air menggenangi seluruh ruas jalan ini, membuat pengendara kesulitan melintas. Panjang ruas jalan yang terendam banjir dan material ini mencapai sekitar 50 meter. sehingga situasi ini semakin memperparah kemacetan lalu lintas yang terjadi di area tersebut

Tak hanya itu, Para Pengendara lainnya terpaksa melaju perlahan namun sulit untuk dilewati sehingga dibantu oleh warga untuk mengevakuasi keluar dari banjir tersebut dan beberapa sepeda motor yang nekat menerobos banjir akhirnya mengalami mogok.

Ketua pemuda keluarahan Bobo Alan Hasan mengatakan, Terjadinya banjir ini bukan baru pertama kali tapi sudah berulang kali terjadi saat turun hujan.

“Ini sudah tiga kali terjadinya banjir dan banjir ini bukan dampak dari galian C, karena kemarin dari Dinas terkait dalam hal ini DLH kota Tidore bersama Kepala Kelurahan Bobo Bapak Usaman Konong dan saya turun untuk mencari tau titik lokasi banjir.” Ujarnya

Sebelumnya memang betul air keluar melewati jalur galian C sangat deras sehingga mengakibatkan beberapa rumah warga terdampar banjir, tapi sekarang aktivitas galian C tidak lagi beroperasi sehingga rumput dan pepohonan di area tersebut sudah mulai bertumbuh akhirnya banjirnya tidak lagi keluar melewati jalur itu tetapi melewati jalur lain.” ungkapnya

Alan mengatakan, Terjadinya banjir hingga meluap di badan jalan dengan membawa material berupa tanah dan batu ini dikarenakan saluran drainase dan gorong-gorong ini tertutup sehingga airnya meluap naik dan menutupi badan jalan.” Akibat dari itu sehingga aktivitas para para pengendara roda dua maupun roda empat sangat sulit untuk melintasi karena badan jalan di tutupi tanah dan batu sangat tebal.” katanya

Untuk itu, Selaku ketua pemuda kelurahan Bobo kami meminta kepada pemerintah Kota Tidore dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara agar segerah mungkin memperbaiki fasilitas berupa Drainase dan gorong-gorong agar hal seperti ini tidak lagi terjadi, “kalau hal ini dibiarkan secara terus menerus sama halnya pemerintah membiarkan rakyatnya menderita terutama warga Kelurahan Bobo setempat.” tegasnya (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *