Tuntutan FMN, Thamrin: Pengembangan Pertanian Pertanian Berbasis Lokal 

Pertanian330 Dilihat

TERNATE – Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Kota Ternate melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Ternate. Aksi tersebut menuntut agar Pemkot Ternate secepat menyelesaikan per soalan Pertanian di Kota Ternate.

“Pemerintah kota (Pemkot) Ternate segera menyelesaikan masalah Pertanian di Kota Ternate,” demikian bunyi tuntutan yang disampai kan oleh FMN Kota Ternate dalam aksi, Rabu (24/9/2025).

Menanggapi tuntutan itu, Kepala Dinas Pertanian kota Ternate, Thamrin Marsaoly, menyampaikan, pengembangan pertanian di Kota Ternate memang disadari bahwa tidak sama dengan pertanian di Jawa, Sulawesi, Kabupaten Halit, Halbar dan kabupaten lain.

“Kami punya keterbatasan lahan, yang kami lakukan bagaimana pengembangan pertanian berbasis lokal, yang punya ketergantungan pada ekonomi kerakyatan,” sambungnya menjelaskan.

Bantuan saran prasarana (sapras) pertanian, alat, pupuk dan bibit. “Isu pupuk itu yang harus kita kawal bersama-sama. Alhamdulillah, pada tahun ini petani kita di Kota Ternate mendapat jatah 150 ton untuk pupuk bersubsidi,” ujarnya.

Selama ini, menurut Thamrin, petani Kastela, Rua, Togafo, Lotto, terkendala pupuk. “Di momentum Hari Tani Nasional tahun ini, Insya Allah kita sudah mengusulkan kepada Menteri Pertanian menam bah pupuk dari 150 ton menjadi 200 ton, sehingga seluruh petani bisa mendapat pupuk bersubsidi,”. Ucap dihadapan demostran.

Kemudian sarana bantuan lain, ditambahkan, setiap tahun di APBD Kota Ternate selalu memperhatikan petani, terutama petani-petani kecil.

“Ini menjadi bukti komitmen pemerintahan pak Tauhid-Nasri, bagaimana mengembangkan pertanian di Kota Ternate,” katanya.

Di ujung penjelasan tersebut sempat terjadi dialog diantara Koorlap Aksi Unjuk Rasa Front Mahasiswa Nasional Cabang Kota Ternate dengan Kadis Pertanian Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, berakhir dengan baik. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *