Tekan Produksi Rumah Tangga, DPRD: Sampah Jadi Ancaman

Kota Ternate394 Dilihat

TERNATE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate mem beri apresiasi kepada Pemerintah Kota Ternate yang telah memperingati World Cleanup Day (WCD) 2025, sebuah gerakan global untuk aksi bersih-bersih lingkungan.

Kegiatan dengan tema “Menuju Indonesia Bersih 2029, Ternate Zero Waste 2030,” ini diawali dengan deklarasi Ternate Respek (Responsif dan Peduli Kebersihan) sebagai komit men bersama untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Bahkan deklarasi ini pun memper kuat program strategis Pemerintah kota Ternate seperti Ternate Zero Waste 2030 serta gerakan Ternate Bersih, Ternate Sehat, Ternate Sadar Sampah.

Wakil ketua DPRD Kota Ternate, Jamian Kolengsusu menyampaikan bahwa, ini suatu moment yang sangat bagus berkaitan dengan WCD, gerakan global untuk aksi bersih- bersih lingkungan ini penting.

Tanggungjawab besar dari sisi agama dalam hal ini seluruh agama yang menyatakan kebersihan itu bagian daripada hal yang wajib dilaksanakan oleh semua orang.

“Saya yakin momentum tersebut mengingatkan kita termasuk diri pribadi maupun keluarga untuk bertanggungjawab penuh terhadap kebersihan di lingkungan masing masing terutama di lingkungan keluarga,” katanya, Senin (29/9/2025).

Jamian mengatakan, karena bicara tanggungjawab terkait dengan WCD kita tidak bisa an-sich mengharapkan ke pemerintah. Pemerintah ha nya mencanangkan dan kemudian dijalankan oleh semua orang, semu a individu dan semua organisasi.

“Ini momentum penting untuk kita mengkampanyekan kebersihan secara berkesinambungan. Saya berharap harus ada edukasi terhadap masyarakat lewat pemerintah baik di media sosial, on-line dan media cetak,” sambungnya.

Hal tersebut harus kampanyekan aksi bersih-bersih lingkungan di setiap saat bahkan disetiap momen dibicarakan manfaat kebersihan lingkungan. “Kota Ternate harus men jadi contoh, sebagai kota yang cukup berkembang di Provinsi Maluku Utara, dengan produksi sampah yang ikut berkembang,” ujarnya.

Ini juga sekaligus menjadi tantangan besar baik oleh pemerintah maupun orang pribadi. “Kalau saya melihat di setiap rumah tangga, contoh di Kampung Pisang, setiap subuh menenteng 2,3 tas sampah yang di keluarkan,” tuturnya.

Yang paling penting, menurut Jamian, edukasi kepada masyarakat terkait dengan kebutuhan sehari-hari untuk bagaimana menghemat sampah rumah tangga harus dikampanyekan ke seluruh masyarakat.

Maksudnya bagaimana memperkecil atau menekan produksi sampah di setiap rumah tangga itu .penting, kemudian memberikan kesadaran kepada masyarakat terkait dengan sampah itu sangat penting.

Jamian berharap dengan peringatan WCD ini, merupakan pintu masuk, tapi sosialisasi ke seluruh pihak itu paling penting. “Kampanye bersih-bersih lingkungan harus kita gaungkan karena suatu saat sam pah bisa menjadi ancaman kalau kita tidak bisa tangani dengan baik,” pungkasnya. (**)

 

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *