Paripurna HAJAT 775, Wali Kota; Pelestarian Budaya Merupakan Keharusan

Kota Ternate290 Dilihat

TERNATE – Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman mengajak seluruh masyarakat untuk terus melestarikan nilai-nilai budaya lokal sebagai fondasi pembangunan daerah di tengah arus modernisasi.

Hal itu disampaikan Wali Kota dalam Sidang Paripurna ke-8 masa persidangan ke-I tahun 2025-2026 DPRD Kota Ternate dengan agenda memperingati Hari Jadi Ternate (HAJAT) ke-775.

Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda,tamu undangan, Tauhid menyebut, peringatan hari jadi kota bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang Ternate sebagai salah satu pusat peradaban tertua di Nusantara.

“Kota Ternate yang telah berusia 775 tahun merupakan bukti kekayaan sejarah, budaya, dan peran strategisnya sebagai pusat kebudayaan dan perdagangan di kawasan timur Indonesia,” katanya, Senin (29/12/2025).

Tauhid menyatakan, selama lebih dari tujuh abad Ternate memainkan peran penting dalam sejarah dunia, terutama melalui jalur perdagangan rempah-rempah. Dari wilayah ini pula lahir nilai-nilai luhur seperti adat seatorang, semangat persaudaraan, toleransi, dan kearifan lokal yang hingga kini menjadi fondasi kehidupan masyarakat.

Usung tema “Melestarikan Budaya Tanah Leluhur”, Wali Kota tegaskan bahwa pelestarian budaya merupa kan keharusan. Ia menilai pembangunan fisik dan ekonomi harus ber jalan seiring dengan pembangunan karakter, budaya, dan peradaban.

“Budaya adalah identitas dan ruh masyarakat Ternate. Tantangan kita adalah menjaga keseimbangan antara kemajuan pembangunan dan pelestarian budaya,” katanya.

Wali Kota menjelaskan, komitmen tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Ternate, khususnya dalam penguatan kelembagaan sosial berbasis tujuh nilai dasar kebudayaan Ternate, seperti Kie Se Gam, Magugu, nilai kemaritiman, dan Tomdi.

Di bidang pembangunan, Tauhid juga memaparkan sejumlah capaian Pemkot Ternate sepanjang 2025. Kota Ternate kembali meraih penghargaan Kota Sehat kategori Swasti Saba Wiwerda, setelah sebelumnya dua kali meraih Swasti Saba Padapa pada 2019 dan 2023.

Begitu pula, Ternate masuk zona hijau dalam penilaian Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2025 dengan capaian 91 persen, tertinggi di Provinsi Maluku Utara.

Sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan di wilayah kepulauan, Pemkot Ternate menyediakan ambulans laut bagi tiga kecamatan terluar, yakni Moti, Hiri, dan Batang Dua.

Demikian hal di sektor kebudayaan, wali kota menyebut Kementerian Kebudayaan menetapkan 83 cagar budaya peringkat nasional pada 2025, salah satunya Makam Sultan Baabullah di Ternate.

Tauhid mengajak generasi muda untuk mencintai budaya dan seja rah daerah agar tidak kehilangan jati diri di tengah perubahan zaman. “Atas nama Pemkot Ternate, saya mengucapkan selamat Hari Jadi Ternate ke-775,” ucapnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *