TERNATE – Partai NasDem Provinsi Maluku Utara tahun 2014 meraih 1 kursi di DPR-RI. Kursi itu masih bertahan pada tahun 2019. Sangat disayangkan tahun 2024, Nasdem Malut kehilangan 1 kursi DPR-RI, yang ingin dikembalikan di 2029.
Ketua DPW NasDem Malut, Husni Bopeng menyampaikan, kita punya kepala daerah, punya pimpinan- pimpinan di DPRD. Nasdem punya infrastruktur yang lengkap. Tapi apa yang terjadi, tidak ada kekompakan, dan tak ada saling mengikhlaskan.
“Kedepan saya sangat berharap, dengan kepengurusan yang baru ini kekompakan dan solidaritas harus kita jaga, agar kita dapat merebut kembali satu kursi NasDem di DPR-RI yang hilang itu,” katanya.
Husni yang biasa disapa Nini mengatakan hal itu usai pelantikan pengurus DPW NasDem Maluku Utara dan pembukaan Rakerwil-I oleh Wakil Ketua Umum DPP Nasdem yang juga Wakil Ketua DPR-RI, Saan Mustopa, di Benteng Oranje Ternate, Sabtu (10/1/2026).
Pelantikan pengurus DPW NasDem Malut dan Rakerwil-I ini dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, pengurus wilayah dan DPD se-Maluku Utara, Sekretaris Jenderal DPP Nasdem, Hermawi Fransiskus Taslim dan Anggota DPR-RI dari partai Nasdem.
Nini Bopeng mengatakan, dalam berbagai kesempatan, Ketua Umum DPP NasDem, Surya Paloh menyampaikan ke dirinya dua kata “NI” kerja ya. Dua kata ini sangat berarti. Ini menandakan harapan besar pak Surya untuk mengembalikan satu kursi yang hilang di 2024.
“Kita perkuat DPC-DPC, ini tugas berat dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD). DPD harus perkuat DPC dan ranting-ranting. Karena tidak ada apa-apa kita berjuang tanpa ranting-ranting karena ranting itu kekuatan kita,” jelasnya.
Selama ini, menurut Nini,DPD hanya menggunakan ranting dan DPC sebagai bagian Pemilu. Pada hal ini sangat berat. “Kita berdayakan dari awal disaat tertentu kita sudah punya kekuatan.Tapi selama ini DPC dan ranting itu diabaikan,” ujarnya.
Kedepan, Nini bilang, akan keliling 10 kabupaten kota untuk pelantikan DPD-DPD, DPC bila perlu ranting- ranting lagi. “Supaya kekuatan kita ada pada DPC dan ranting-ranting itu. Selama ini hal-hal yang diang gap sepele tapi diabaikan oleh DPD,” terangnya.
Kondisi ini akan diperkuat posisi NasDem di DPR-RI. Nini akui, catatan khusus dan catatan yang penting dari Ketua Umum hanya satu, yaitu kembalikan kursi DPR-RI. “Setelah DPW dilantik, DPW bentuk DPD- DPD, DPD harus perkuat lagi DPC dan ranting,” katanya.
Pileg 2029, menurut Nini, kita tidak bisa ambil calon anggota legislatif (caleg) yang asal-asalan. Pasang caleg yang ingin kerja untuk partai. “Karena ada kadang caleg ini kerja untuk diri sendiri dan tidak peduli dengan partai,” ujarnya.
Nini bilang, yang peduli partai itu kabupaten kota, sedangkan caleg provinsi dan pusat kerja untuk diri sendiri dan kurang peduli partai. “Saya berharap caleg yang direkrut tersebut betul-betul punya rasa memiliki partai, bukan kepentingan diri sendiri,” katanya lagi.
Wakil ketua DPRD Provinsi Maluku Utara ini menjelaskan bahwa, pihaknya akan merekrut caleg dari partai sendiri dulu. Rekrutmen tersebut dilakukan setelah struktur partai terbentuk, kemudian kita akan buat pencalegkan dini.
“Kalau provinsi kita sudah tahu satu dapil ini siapa-siapa yang harus masuk, di DPD-DPD juga saya akan minta supaya akan bikin pencalegkan dini, supaya kita bisa lihat orang itu bisa kerja atau tidak dari jauh-jauh hari,” tuturnya.
Target kursi untuk provinsi, menurut Nini, minimal satu dapil satu kursi.
“Kita berharap bisa lebih dari satu kursi, yang paling penting kursi DPR-RI yang hilang itu harus kita kembalikan,” tegasnya. (**)

