TIDORE – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tidore Kepulauan, Ali Dukomalamo, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran Tahun 2026 merupakan kebijakan nasional yang berdampak pada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), bukan hanya Dinas Pemuda dan Olahraga.
Menurut Ali Dukomalamo, akibat efisiensi tersebut, anggaran Dispora Kota Tidore Kepulauan mengalami penurunan signifikan dari sebelumnya sekitar Rp1,7 miliar menjadi hanya Rp600 juta untuk kegiatan di luar anggaran khusus Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA).
“Efisiensi ini bukan hanya berlaku di Dispora, tapi di semua OPD. Jadi bukan karena kegiatan Dispora yang dikurangi secara khusus, melainkan karena kebijakan pemerintah pusat yang harus kita jalankan sampai ke daerah,” jelas Ali Dukomalamo.
Ia menjelaskan, dengan keterbatasan anggaran tersebut, masing-masing bidang di Dispora hanya memperoleh alokasi sekitar Rp100 juta. Dengan kondisi itu, setiap bidang hanya mampu melaksanakan dua kegiatan prioritas yang disesuaikan dengan kebutuhan paling mendesak.
Di bidang kepemudaan, Ali Dukomalamo menyebutkan bahwa program unggulan wirausaha pemuda tetap berjalan, namun mengalami penyesuaian. Pada tahun 2026, Dispora hanya dapat melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap wirausaha pemuda yang telah menerima bantuan pada tahun sebelumnya.
“Untuk bantuan wirausaha baru belum bisa kami berikan karena keterbatasan anggaran. Tahun ini fokusnya adalah monitoring, melihat sejauh mana perkembangan usaha pemuda yang sudah dibantu sebelumnya,” ungkapnya.
Sementara di bidang olahraga, Dispora memfokuskan kegiatan pada persiapan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Untuk pelaksanaan POPDA, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta yang rencananya akan dilaksanakan di Pulau Murotai.
“Dana POPDA ini terpisah dari anggaran Rp600 juta kegiatan lainnya. Namun tetap harus dihitung secara matang, mulai dari jumlah cabang olahraga, atlet, pelatih, ofisial, hingga biaya transportasi dan akomodasi karena jarak ke Pulau Murtai cukup jauh,” jelas Ali.
Saat ini, lanjutnya, pihak Dispora masih melakukan perhitungan teknis bersama para kepala bidang untuk memastikan jumlah kontingen yang diberangkatkan sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Ali Dukomalamo berharap, meskipun dengan keterbatasan anggaran, program kepemudaan dan olahraga di Kota Tidore Kepulauan tetap berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dengan kondisi anggaran seperti ini, kita harus menyesuaikan. Yang terpenting kegiatan tetap berjalan, transparan, dan tepat sasaran,” pungkasnya. (**)

