TERNATE – Sumber pangan yang ada di Kota Ternate saat ini lebih banyak dipasok dari luar. Segi tiga emas yang digagas dapat masuk dalam Tata Cara Penyelenggaraan Cadangan Pangan, Ranperda Inisiasi Pemerintah Kota Ternate saat ini.
Ketua pansus II DPRD Kota Ternate, M. Ghifari Bopeng mengatakan, pan sus konsen dan fokus untuk bagai mana Ranperda Tata Cara Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemda, bisa jadi solusi persoalan per soalan yang terjadi di Kota Ternate.
“Mayoritas sumber pangan yang ada di Kota Ternate dipasok dari luar dan menjadi pertanyaan sebe lum-sebelum sudah ada inisiasi menyangkut segi tiga emas ini juga harus kita kaji,” katanya, di gedung DPRD Ternate, Jumat (23/1/2026).
Dikatakan pihak-pihak terkait akan dipanggil dan segi tiga emas bisa muncul di Perda yang diinisiasi pe merintah saat ini. “Itu menjadi satu titik konsen kita karena 60 persen bahkan lebih sumber pangan di Ternate dipasok dari luar,” ujarnya.
Karena itu, Ghifari takutkan pertama disaat cuaca ekstrem, force major atau dalam bencana, tidak ada pasokan dari Sulawesi, otomatis akan terjadi inflasi. Kedua, cadangan pangan yang ada pun kita harus pastikan mutunya seperti apa, jangan sudah ekspayer.
“Ini butuh penanganan-penanganan serius dan dibungkus dengan peraturan daerah saya pikir ini lebih jauh siap apabila terjadi satu dan lain hal,” ujarnya.
Langkah strategis dan taktis, menu rut Ghifari, itu sudah pasti dan ada diskusi-diskusi lanjutan. Karena sekarang ini masih awal, nanti akan sampaikan tahapan itu setelah di lakukan pemanggilan dengan pihak pihak terkait bahwa ternyata memang ada solusi.
“Disatu sisi dibungkus dengan pera turan daerah, tapi disisi lain mung kin ada strategi-strategi khusus untuk bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di cadangan pangan,” pungkasnya. (**)
