Bau Menyengat, DPRD Desak DLH Ternate Angkut Sampah

Kota Ternate256 Dilihat

TERNATE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate mendesak pemerintah kota dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate segera mengangkut sampah di sejumlah kelurahan seperti Tanah Raja, Muhajirin, Kota Baru, Takoma, dan kelurahan Maliaro.

Sampah terlihat bertebaran di pinggir jalan dan lorong permukiman. Di sejumlah titik, sampah dilaporkan belum diangkut selama berhari-hari. Kondisi tersebut diperparah dengan tidak tersedianya bak penampung, sementara tempat sampah yang ada sudah penuh dan meluap.

“Kami terus mendorong DLH angkut sampah ini, karena pemerintah punya kewajiban bagaimana menyelesaikan permasalah sampah ini,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate, Najib H.Talib, di lantai dua gedung parlemen Ternate, Senin (2/2/2026).

Najib menanggapi hal itu terkait persoalan sampah di Kota Ternate terulang menuai keluhan warga. Pengangkutan yang tidak dilakukan secara rutin, ditambah minimnya fasilitas tempat penampungan, membuat sampah menumpuk di sejumlah kawasan permukiman penduduk yang padat.

“Tentu ada armada-armada yang disiapkan agar pengangkutan sampah diproses lebih cepat. Kalau pun ada kendalanya dimana harus cepat ditanggapi oleh pemerintah, agar sampah yang menumpuk menimbulkan bau menyengat dan mengundang banyak lalat, bisa cepat teratasi,” ujarnya.

Sampah menimbulkan bau menyengat, menurut Najib, berefek pada kesehatan, kemudian estetika kota juga kurang menarik karena tumpukan sampah dimana-mana. “Komisi III berencana panggil Kepala Plt. DLH Kota Ternate tanyakan sampah belum diangkut selama berhari-hari,” tuturnya.

Sampah, kata politisi PKB ini, merupakan permasalahan klasik. Setelah ada kejadian lagi, direspon cepat, habis itu dibiarkan lagi, tidak secara kontinyu dilakukan. “Oleh karena itu, kami berharap pemerintah lebih intens melaksanakan kewajiban sebagai pelayanan persampahan yang urgen sesuai program Ternate Andalan jilid II,” ungkapnya.

Karena itu, Najib berharap, agar pemerintah kota melihat persoalan sampah termasuk air bersih. “Jangan biarkan sampah bertebaran di pinggir jalan dan lorong permukiman. Tempat sampah yang ada sudah penuh dan meluap, secepat diangkut sampah tersebut,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *