DPRD dan UPBU Babullah Ternate Komitmen Perbaiki Drainase di Akahuda

Kota Ternate187 Dilihat

TERNATE – DPRD Kota Ternate, bersama Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Sultan Babullah Ternate dan Dinas PUPR Kota Ternate berkomitmen memperbaiki dan membangun drainase disamping landasan pacu bandara di kelurahan Akehuda, kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate, Najib H. Talib menyampaikan bahwa, komitmen UPBU Sultan Babullah Ternate, DPRD bersama Dinas PUPR Ternate, agar kedepan saat hujan dengan intensitas sedang maupun tinggi tidak terjadi banjir yang masuk ke ruman-rumah warga lagi.

“Selama ini bila terjadi hujan diawal tahun, air mengalir dari landasan pacu bandara Ternate turun dan masuk ke drainase sudah penuh dan meluap keluar masuk ke ruman- rumah warga sepanjang drainase tersebut,” ujarnya, saat dihubungi di gedung parlemen Kota Ternate, Rabu (4/2/2026)

Komisi III DPRD berharap, kata Najib, drainase tersebut bisa dilakukan perbaikan. Artinya buangan air yang namanya Ceck Dum itu tidak ada, pembuangan dari landasan pacu bandara Ternate bagian selatan itu masuk ke kali mati Dufa-Dufa.

“Dinas PUPR sudah sampai ke mereka terkait dengan hal itu, hanya saja Kepala UPBU Sultan Babullah Ternate menyampai kan ada pengajuan anggaran untuk tahun 2027. Karena beliau kurang lebih baru masuk bertugas disini 8 bulan,” lanjut politisi partai PKB itu.

Karena itu, menurut dia, komisi III bidang Pembangunan dan Kesra ini ingin membantu, kalau boleh dipercepat tahun anggaran 2026. Hanya itu anggaran APBN. “Torang tidak bisa intervensi sampai disitu terkait dengan anggaran itu,” katanya.

Najib mengatakan juga Kepala UPBU Sultan Babullah Ternate menyampaikan kepada Komisi III DPRD dan Dinas PUPR Kota Ternate bahwa, akan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementrian Perhubungan.

“Karena setiap hujan intensitas sedang hingga tinggi dengan durasi yang agak lama seperti awal Januari 2025 maupun awal Januari 2026 memang seluruh buangan air yang tertampung di landasan pacu bandara tersebut mengalir masuk dalam drainase,” sambungnya.

Karena drainase kurang bagus, sudah begitu banyak sedimen-sedimen yang tertampung di dalam saluran atau drainase itu, air tidak mampu mengalir dan menguap keluar ke pemukiman warga sehingga terjadi banjir, mengingat kondisi drainase saat ini kurang bagus.

“Kami berharap untuk mencegah banjir berkepanjangan akibat drainase yang kurang bagus menampung air yang mengalir dari landasan pacu bandara, dan takutnya banjir masih terus berjalan sehingga perlu diambil langkah antisipasi dengan mengeruk sedimen yang ada dalam drainase,” kilahnya.

Oleh karena itu, komisi III DPRD dan Dinas PUPR mendesak pihak bandara membuat master plant. “Master plant sudah ada cuma kami belum lihat, hanya dena saluran itu ada. “Anggaran tahun 2026 sudah diajukan perbaikan drainase 200 meter dan tahun 2027 telah diajukan lagi,” tandasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *