Pagu Indikatif Kesbangpol Rp 8,7 Miliar, Anggaran Paskibraka 2027 Rp 1,5 Miliar 

Kota Ternate20 Dilihat

TERNATE – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Ternate bersama Komisi I DPRD Kota Ternate telah membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2027.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Ternate, Nuryadin Rahman menyampaikan bahwa, jadi sesuai Renja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau SKPD capai Rp 10,5 miliar, tapi yang ditetapkan melalui Pagu Indikatif OPD senilai Rp 8.770.000.000 atau Rp 8,7 miliar.

“Intinya program yang disesuaikan dengan pagu indikatif yang sudah ditetapkan oleh tim TAPD. Nanti perkembangan ada rapat- rapat lanjutan termasuk rapat hari ini, rapat internal TAPD dan OPD akan dibahas. Kura ng lebih atau kurang tambah itu nanti akan diputuskan dalam rapat bersama tim TAPD secara internal,” katanya, Sabtu (25/7/2026).

Pagu indikatif senilai Rp 8,7 miliar, menurut Nuryadin, terdiri dari empat bidang. Bidang Ideologi, Poldagri, Ketahanan Ekososbud dan Bidang Kewaspadaan Nasional. “Itu semua terbagi habis dalam program, tapi tidak semua kegiatan terakomodir dengan jumlah anggaran yang disesuaikan Renja sebelumnya yang diusulkan. Tapi pada prinsipnya torang menyesuaikan,” ujarnya.

Cuma yang digarisbawahi, lanjut Nuryadin, dana seleksi Paskibraka. Karena ditahun lalu (2025) 62 peserta, tahun ini (2026) di DPA induk 42 peserta tapi sudah dinaikkan men jadi 62 peserta. Sekarang yang diusulkan di 2027 sama 62 peserta. Pasti anggaran beru bah, bila hari ini (2026) anggaran Rp 1 miliar, tahun depan (2027) senilai Rp. 1,5 miliar.

“Kesiapan paski saat ini, kita sementara ini masih di pra Diklat sampai tanggal 6 Agustus, itu baru nanti akan mulai dilakukan pembukaan Diklat pada tanggal 9 Agustus, seluruh peserta, pamong dan pelatih sudah menginap di Hotel Boleuvar,karena itu sudah masuk Diklat,” jelasnya.

Perangkat pendukung atau penunjang pelatihan, tambah Nuryadin, itu semua sudah terkoordinasi baik dari Dinas Kesehatan (tim medis), pemadam kebakaran untuk penyiraman lokasi latihan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk pembersihan lokasi.

“Kami juga sudah melaporkan ke Ketua pani tia Hari Hari Besar Nasional untuk kegiatan- kegiatan lain diluar kegiatan persiapan pengi baran bendera dan penurunan,termasuk ren cana pembersihan lokasi di bulan Agustus. Tanggal 1 Agustus melalui ketua panitia, seluruh pedagang yang ada disitu dikosongkan,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *